Home Column Produk Investasi 2013, Investasi Mana yang Anda Pilih?

0 5635

(Vibiznews – Investment Portfolio) – Dinamika ekonomi Indonesia memasuki tahun 2013 diwarnai dengan sikap optimis, banyak pihak memprediksi secara makro ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh diatas 6% atau bergerak kurang lebih sama dibanding tahun sebelumnya. Meski tidak bisa dipungkiri banyak tantangan yang akan dihadapi seperti memanasnya kondisi politik Indonesia dipicu oleh semakin mendekati pemilihan Presiden 2014, bahkan ada yang menyebut bahwa tahun 2013 adalah tahun politik. Faktor lainnya yang juga akan mempengaruhi adalah isu hambatan investasi asing, isu-isu sosial, isu lingkungan hidup juga timbulnya bencana alam.

Di tengah keterbatasan sesungguhnya selalu ada kesempatan. Bagi kalangan individu menyikapi kondisi perkembangan ekonomi perlu untuk memperhatikan produk investasi mana yang sesuai dengan harapannya untuk mengembangkan kekayaan dan tetap memperhatikan faktor resiko.
Tulisan ini mencoba untuk memberikan rekomendasi investasi, dengan terebih dahulu mengetengahkan berbagai produk investasi yang selama ini telah ada dimana masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Berbicara mengenai investasi sebagian masyarakat tidaklah terlalu mengerti benar apa itu investasi sehingga cenderung “ikut-ikutan” atau mengikuti arus tanpa mengetahui investasi seperti apa yang mereka lakukan.

Investasi adalah sebuah konsep yang biasa dilakukan di dunia keuangan dalam rangka mengembangkan nilai uang yang dimiliki saat ini. Kata kuncinya adalah mengembangkan. Pengembangan ini dalam bentuk pengembalian atau bunga. Yang perlu dipahami benar adalah pengembangan yang dilakukan selalu ada resikonya.

Penting sekali untuk memilih produk investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter masing-masing pribadi. Tidak semua produk investasi sesuai dan diperlukan sekaligus. Yang paling penting disini adalah bagaimana produk tersebut memberikan manfaat maksimal dengan mencocokan tingkat resiko yang paling nyaman bagi investor.

Ditinjau dalam arti yang luas, investasi mencakup investasi pasar uang, pasar modal dan investasi real sector. Investasi pasar uang meliputi kegiatan perbankan dan non bank financial instrument, baik spot market sampai ke derivatives market, sedang di pasar modal meliputi stock, bonds dan berbagai instrument securities lainnya. Untuk kegiatan real sector mulai perdagangan komoditi, property, tambang, pertanian, transportasi, wisata, dan lain-lain.

Berikut ini beberapa produk Investasi baik keuangan maupun non keuangan :

Instrument Perbankan

Pada masa sekarang ini dimana seluruh dunia sedang berlomba untuk memberi stimulus ekonomi dengan bunga rendah, maka instrument perbankan termasuk di dalamnya adalah deposito dan produk simpanan perbankan lainnya bukanlah menjadi pilihan investasi untuk mendapatkan yield dari interest rate atau capital gain. Pada masa low interest rate ini, dimana BI rate 5.75% pa, maka instrument perbankan hanyalah dijadikan instrument likuiditas saja.

Kalaupun mau mendapatkan benefit dari kondisi perbankan saat ini, maka instrument lending, untuk kredit korporasi perbankan di Indonesia berkisar 9%-12% pa yang bisa dimanfaatkan untuk mendanai investasi ataupun modal kerja untuk kegiatan usaha. Sehingga kalaupun memiliki deposito akan sangat berguna kalau dijadikan agunan bagi back to back loan untuk mendukung modal kerja bagi kegiatan usaha yang menghasilkan yield lebih menarik.

Saham

IHSG atau indeks harga saham suatu negara seringkali dijadikan leading indicator siklus ekonomi negara yang bersangkutan. Akan tetapi, apabila diteliti ke level yang lebih mikro, pergerakan IHSG secara gabungan juga digerakkan oleh kumpulan-kumpulan sektor industri yang berbeda-beda yang juga membentuk siklus-siklus industrinya masing-masing. Setiap jenis pergerakan siklus industri tiap sektor yang terkandung dalam IHSG dapat bervariasi setiap tahunnya. Oleh karena itu, seperti yang umum digunakan dalam analisis Top-Down Analysis, maka tahapan memilih saham terbaik dimulai dengan mencari sektor-sektor dengan kinerja terbaik atau yang masih dalam siklus industri bertumbuh.

Sebagai contohnya, pada awal tahun 2013 ini dapat dilihat bahwa pergerakan IHSG yang cenderung menguat terbatas di atas 4450, hingga saat ini terbentuk dari pergerakan beberapa sektor di dalamnya yang bergerak dalam tren yang bervariasi, dimana ada yang berkontraksi namun ada yang masih berekspansi. Untuk awal tahun 2013 ini masih belum banyak berubah dari tahun 2012, salah satu contoh sektor industri yang sedang berada pada siklus kontraksi adalah sektor industri pertambangan dan agri industri, sedangkan beberapa sektor lainnya yang masih berada pada siklus ekspansi adalah sektor properti, infrastruktur, beserta sektor industri dasar (basic industry). Adapun sektor-sektor lainnya cenderung bergerak seirama dengan pergerakan IHSG.

Reksa Dana

Investasi reksadana adalah bentuk produk portofolio efek. Artinya, reksadana mengandung beberapa jenis investasi, yang dikelola oleh manajer investasi (MI). Mereka akan mengumpulkan dana dari masyarakat untuk kemudian dikelola dalam mengejar keuntungan.

Ada empat produk reksa dana konvensional, yaitu reksadana pasar uang, dana pendapatan tetap, dana campuran, dan reksa dana saham. Reksadana pasar uang berisi koleksi surat utang kurang dari satu tahun, seperti deposito, SBI, atau obligasi dengan jatuh tempo kurang dari setahun. Reksadana pendapatan tetap menempatkan sebagian besar dana mereka, setidaknya 80%, untuk koleksi surat utang. Reksa dana jenis campuran menempatkan dananya di saham, instrumen pasar uang dan efek hutang. Reksadana saham menempatkan sebagian besar dana mereka di saham. Yang perlu diperhatikan adalah kesesuaian jenis reksa dana dengan profil risiko dan tujuan perencanaan keuangan Anda. Reksa Dana Terstruktur adalah reksa dana yang hanya dapat dibeli atau dijual kembali oleh investor pada saat tertentu saja yang ditentukan oleh Manajer Investasi.

Bila IHSG cenderung meningkat, maka memiliki portfolio reksadana saham akan diuntungkan dibandingkan dengan reksadana berpendapatan tetap. Untuk kondisi dimana IHSG sering mencapai record tertinggi, maka reksadana saham atau campuran dengan komposisi saham lebih besar akan cukup memberikan yield yang lebih bagus.

Emas

Sifat produk ini selain investasi juga sebagai perhiasan yang digunakan orang-orang tertentu untuk menunjukkan tingkat ekonomi seseorang. Namun secara umum memiliki perhiasan emas adalah juga sebagai investasi karena pada saat dijual pada tingkat harga yang lebih tinggi dibandingkan saat membeli tentu bermanfaat sebagai investasi. Saat ini emas batangan merupakan investasi yang semakin populer. Perbedaannya adalah, ketika membeli perhiasan emas, Anda membeli satu gram emas plus kesulitan pembuatannya. Ketika menjual kembali di toko emas, nilai penciptaan perhiasan emas tidak dihitung. Jadi, untuk investasi, emas bersertifikat lebih baik. Melihat data harga historis yang terus meningkat, tak ada salahnya untuk memiliki emas sebagai investasi dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

Investasi emas secara dunia lebih diarahkan sebagai instrumen safe heaven, bila kondisi investasi di pasar uang, pasar modal dan real sector mengalami prospek yang kurang bagus, maka harga emas cenderung meningkat sebagai investasi yang dipersiapkan untuk keadaan terburuk, oleh sebab itu secara umum bila US Dollar jatuh, maka harga emas cenderung menguat, hal ini juga berlaku bila pertumbuhan ekonomi China meningkat maka harga emas cenderung melemah. Tentunya ini adalah rule of tumb semata, namun untuk lebih cermat harus diperhatikan gerakan harga emas dan faktor-faktor penyebabnya.

Properti

Investasi properti juga telah lama diakui efektifitasnya. Sederhananya, membeli tanah di berbagai lokasi, kemudian dijual lagi setelah harga tinggi. Saat ini, wujud properti bukan hanya tanah, tetapi juga rumah, townhouse, apartemen, Condotel, ruko, rukan, SOHO, perkantoran, serta lahan industry. Permintaan akan hunian dan lokasi bisnis terus meningkat sepanjang tahun. Hal yang paling diutamakan ketika berinvestasi di bidang properti adalah lokasi. Umumnya kenaikan tersebut dipengaruhi oleh infrastruktur yang berkembang di sekitar lokasi. Investasi di bidang properti cenderung membutuhkan modal yang besar. Harus diperhatikan juga daya beli dari nilai penjualan masa depan. Jangan sampai properti Anda dijual dengan harga murah, karena tidak ada yang mampu membelinya.

Pertumbuhan property seiring dengan pertumbuhan ekonomi, sehubungan pertumbuhan ekonomi Indonesia beberapa tahun ini di atas 6%, maka property masih potensial, sekalipun perlu diperhatikan bahwa pembangunan property pada tahun 2012-2013 akan selesai pada tahun 2014-15, sebagai contoh kapasitas kamar di Bali pada tahun 2014 akan mengalami pertambahan lebih dari 10.000 kamar dari 60 proyek, sehingga perlu diperhatikan supaya investasi di property jangan sampai over capacity.

Instrumen Derivative

Komoditi berjangka adalah suatu bentuk komoditi dimana suatu komoditas yang telah diperhitungkan harga jualnya maka barang atau komoditi tersebut akan diberikan atau diserahkan pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Dengan komoditi berjangka maka menambah instrumen investasi yang diperdagangkan dalam bursa investasi atau bursa berjangka. Transaksi derivative bukan hanya komoditi berjangka, tetapi juga derivative keuangan seperti indeks harga saham gabungan, single stock, bonds futures dan juga option. Selain derivative pasar modal, juga derivative pasar uang seperti halnya interest rate futures.

Instrument derivatives ini digunakan sebagai instrument hedging (lindung nilai), namun juga dipakai sebagai transaksi spekulatif karena sifatnya yang high leverage. Selain itu transaksi high leverage yang cukup dikenal secara global adalah cross currency atau forex.

Dalam transaksi derivative maka para investor bisa melakukan entry dan exit dengan posisi long (beli) atau short (jual) kapanpun, selama terjadi fluktuasi harga maka akan tercipta peluang setiap saat untuk mendapatkan keuntungan dan bersamaan dengan resiko kerugian yang menyertainya.

Outlook Investasi Indonesia 2013

Pada tahun 2013 banyak analis berpendapat pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melanjutkan tren positif. Seperti diketahui bahwa pada tahun 2012, telah diakui secara global bahwa ekonomi Indonesia termasuk yang tahan terhadap krisis. Sementara arus penanaman modal asing juga terus meningkat signifikan, kepercayaan cukup tinggi untuk penanaman modal asing terus diraih Indonesia. Pada tahun 2013 prediksi kenaikan penanaman modal asing diperkirakan sebesar 23%.

Jika ditelisik lebih jauh sektor maupun sub sektor yang diminati penanaman modal khususnya asing dari yang beberapa di antaranya, pertambangan, transportasi, telekomunikasi, barang kimia, farmasi, logam mulia dan lain-lain. Selain itu, sektor property diperkirakan juga akan meningkat cukup signifikan. Dengan market yang semakin kuat khususnya untuk kelas menengah atas yang tumbuh signifikan, sehingga akan sangat menarik pasar ini bagi investor.

Pertumbuhan investasi asing di Indonesia dipengaruhi oleh perekonomian Indonesia yang stabil, kenaikan GDP dalam jangka menengah, kuantitas tenaga kerja dan upah buruh yang dinilai masih masuk akal, rating bisnis yang baik dari lembagai pemeringkatan international dan tingginya tingkat konsumsi atau market yang sangat besar. Meski secara internal masalah pengupahan sedikit menjadi ganjalan, namun secara umum perekonomian Indonesia dinilai bisa melewatinya.

Kombinasi kondisi sinyalemen positif dan faktor ketahanan ekonomi dalam negeri akan tarik menarik yang diprediksi akan tetap memberikan peluang bagi kelanjutan ekonomi Indonesia yang tetap tumbuh positif. Bagi para investor perorangan maka peluang untuk menikmati keuntungan dari produk-produk seperti Saham dan Reksadana dapat tetap diraih paling tidak dalam jangka pendek dan menengah. Seperti hal nya juga tipikal dari investor dalam negeri cenderung akan mengambil jalan tengah untuk tetap memilih kombinasi produk, agar mendapatkan keyakinan yang lebih atas keamanan investasinya. Sementara untuk yang memiliki keberanian lebih, porsi investasi untuk saham maupun reksadana akan diambil untuk tetap meraih keuntungan yang maksimal.

Rekomendasi Portfolio Jangka Pendek 2013

Berdasarkan kondisi tarik-menarik antara peluang dan tantangan maka secara garis besar berikut ini beberapa rekomendasi yang dapat menjadi acuan di luar produk tradisional:

1. Saham; masih ada optimisme terhadap perkembangan ekonomi Indonesia yang positif yang terus berlanjut. Dalam bulan pertama tahun 2013, terlihat IHSG yang bergerak dinamis naik, bahkan mencetak kembali record tertingginya.

2. Reksadana pendapatan saham, maupun campuran diperkirakan masih memiliki prospek yield yang relatif baik hingga akhir tahun 2013 Namun perlu diingat bahwa investor tetap punya tugas penting untuk melakukan pemilihan jenis dan juga produk reksadana yang tepat dan juga sesuai dengan profil risiko dari investor sendiri. Jangan lupa juga untuk terus melakukan pemantauan terhadap investasi reksadana yang dimiliki untuk mengoptimalkan pertumbuhan dana.

3. Emas, pada jangka jangka menengah ini diperkirakan cenderung akan bergerak sideways atau trend mendatar. Pengaruh pergerakan harga emas terkait dengan sentiment terhadap kurs mata uang internasional seperti EUR dan USD. Namun untuk jangka panjang, emas diyakini masih terus dalam tren naiknya.

4. Property, seiring dengan masih tetap banyaknya kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal dan terbatasnya stock property, serta meningkatnya permintaan untuk property komersial, maka investasi bidang ini masih tetap menjanjikan baik secara jangka menengah maupun panjang.

5. Forex, untuk kurs EUR cenderung menguat, demikian juga USD diprediksi menguat, namun EUR/USD masih menunjukan trend naik/bullish dengan target 1.5, sedang JPY akan cenderung melemah karena intervensi BOJ. Rupiah juga diprediksi akan menguat seiring dengan pertumbuhan ekonominya.

Rekomendasi di atas dapat dilihat sebagai acuan untuk menentukan kombinasi produk investasi sesuai dengan appetite masing-masing investor berkaitan dengan tahanan terhadap risiko yang dinilai masih aman. Dari waktu ke waktu, seorang investor disarankan untuk terus mengevaluasi portfolio investasinya agar berada dalam risiko yang relatif aman dan tingkat return yang tetap menarik.

Selamat berinvestasi !
Sumber Artikel: Vibiz Consulting
Bernhard Sumbayak is Founder and Chairman at Vibiz Consulting /Vibiz Consulting Group

(BS/JA/vbn)

SIMILAR ARTICLES

0 393

0 350

NO COMMENTS

Leave a Reply