Home Bonds & Mutual Obligasi Global, Mengapa Lebih Diminati Saat Ini

0 1067

Obligasi Global marak diterbitkan dalam kurun waktu setahun terakhir.  Ya, dari media akhir-akhir ini banyak diberitakan emiten siap menerbitkan obligasi global alias global bond karena banyak  pemodal asing yang berminat untuk berinvestasi di global bond. Dari data yang diperoleh di pasar saat ini ada 6 emiten yang siap menerbitkan gobal bond hingga Rp 51,6 triliun sebelum akhir tahun ini.

Demikian juga penjualan global bond Indonesia laku keras di pasar obligasi, misalnya per tanggal 9 April 2013 Indonesia berhasil menjual 3 milyar dollar global bond tenor 10 tahun dan tenor 30 tahun. Rata-rata yield obligasi global Indonesia akhir-akhir ini turun 12 basis poin menjadi 4.24 % sejak naik mencapai rata-rata tertinggi selama 8 bulan pada tanggal 28 Maret 2013 menurut JP Morgan Chase & Co’s EMBI Global Indexes.

Menurut Alfred Pakasi, CEO dari Vibiz Consulting, praktisi dan konsultan pasar modal, menyebutkan bahwa ini merupakan timing yang tepat bagi penerbitan global bond saat sedang terjadinya banjir likuiditas global sehingga banyak investor global memburu asset instrumen investasi dengan return yang menarik.

Bagi issuer ini juga merupakan alternatif pembiayaan yang menarik karena nilai kuponnya yang lebih rendah dari instrumen dalam mata uang rupiah, sementara juga rupiah sedang cenderung stabil dewasa ini yang mengurangi tekanan fluktuasi mata uang.

Apa itu global bond?

Global bond adalah surat berharga  atau surat hutang yang diterbitkan oleh suatu negara atau perusahaan korporasi yang besar dengan rating yang bagus. Dengan menawarkan obligasi global kepada jumlah investor yang banyak dapat mengurangi biaya pinjaman atau utang.

Gobal bond di Indonesia yang  diterbitkan oleh pemerintah Indonesia atau perusahaan korporasi di Indonesia umumnya berdenominasi dollar.  Jika diterbitkan oleh pemerintah Indonesia namanya obligasi Indon, sedangkan yang diterbitkan oleh korporasi di Indonesia namanya tergantung dari korporasi yang menerbitkannya. Jika diterbitkan oleh Pertamina, namanya Pertamina global bond.

Apa keuntungan perusahaan korporasi menerbitkan global bond?

Pertama, sejak Indonesia meraih Investment Grade ( peringkat layak investasi) dari dua lembaga internasional Moody’s dan Fitch Ratings tahun lalu, minat investor terhadap global bond korporasi Republik Indonesia meningkat tajam. Selama tahun 2012, nilai emisi meningkat 119% menjadi US$ 10 miliar dibandingkan tahun 2011 sebesar US$ 4,57 miliar.

Penerbitan global bond itu marak seiring tingginya minat investor asing. Saat ini permintaan investor global terhadap global bond korporasi Indonesia besar, hal ini tampak dari beberapa kelebihan permintaan (oversubscribed) selama penawaran obligasi.

Kedua, biaya dana (cost of fund)  penerbitan global bond juga lebih murah dibandingkan emisi obligasi rupiah.  Untuk kupon global bond pemerintah saat ini hanya sebesar 3,4%. dengan demikian kupon global bond korporasi Indonesia idealnya 4,4 – 6,4%.

Sementara itu kupon obligasi pemerintah Indonesia dalam mata uang rupiah berkisar dari 4,10% sampai dengan 6,30% ( tenor 1 tahun sampai dengan tenor 20 tahun) sedangkan kupon global bond yang diterbitkan pemerintah Indonesia  berkisar dari 1,73% sampai dengan 4,74%. Selisih (spread) antara global bond korporasi dan global bond negara Indonesia yang bertenor dan berperingkat sama, bisa mencapai 100 – 300 basis poin (bps).

Ketiga, penerbitan obligasi global korporasi Indonesia  lebih diminati oleh investor asing, hal ini karena tingginya yield obligasi global Indonesia dibandingkan dengan yield di negara-negara Eropa maupun Amerika. Yield Global bond negara Indonesia lebih tinggi 125-175 bps dibandingkan US Treasury Bill bertenor sama.

Kupon atau yield global bond korporasi di Indonesia di atas 5% atau sekitar  dua kali lipat dibandingkan dengan imbal hasil di Eropa dan Amerika yang rata-rata 2 – 3%.   Imbal hasil yang tinggi inilah yang menyebabkan investor global sangat berminat atas obligasi global korporasi di Indonesia sehingga permintaan akan obligasi global Indonesia tinggi.

Keempat, emiten atau penerbit  obligasi dapat menggunakan dana hasil penerbitan obligasi global untuk membiayai ekspansi  usaha dan membayar utang (refinancing), di sini termasuk membayar utang yang jatuh tempo dan percepatan pembayaran pinjaman. Selain itu, ada juga emiten yang menggunakan dana hasil penerbitan obligasinya untuk modal kerja.

Selain keuntungan yang disebutkan di atas ada juga risiko yang timbul dari penerbitan obligasi  global. Risiko apa yang timbul dari penerbitan obligasi gobal?

Yang pasti adalah risiko nilai tukar dollar Amerika Serikat terhadap rupiah yang menjadi tantangan bagi perusahaan Indonesia yang menggunakan laporan keuangan berdenominasi rupiah. Karena perusahaan yang menerbitkan obligasi berdenominasi dollar ini dapat mengalami kerugian kurs, jika nilai tukar mata uang rupiah berubah. Namun hal ini dapat dimitigasi dengan cara perusahaan melakukan lindung nilai (hedging) yang meminimalisasi kerugian kurs tersebut.

Selain itu keberhasilan emiten dalam menerbitkan obligasi global tergantung juga dari  rekam jejak (track record) dari perusahaan yang menerbitkan obligasi global. Perusahaan harus menjaga komitmen untuk dapat memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo.  Artinya perusahaan dapat membayar nilai utang yang diterbitkan pada surat utang alias obligasi pada saat jatuh tempo.Perusahaan yang dapat menjaga komitmen dengan baik akan mendapat respons positif dari para investor.

Memang baru saja S&P memangkas outlook hutang Indonesia dari positive menjadi stabil yang bisa jadi akan dapat mengurangi permintaan global bond dari Indonesia. Tentang hal tersebut Alfred meyakini bahwa secara umum itu tidak akan berpengaruh sangat besar bagi permintaan obligasi global dari dalam negeri. “Indonesia masih tetap menarik sebagai tempat pilihan investasi bagi investor global mengingat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus stabil  di atas level 6%,” ujarnya.

Demikian sedikit ulasan tentang obligasi global Indonesia yang dapat menjadi pertimbangan bagi perusahaan korporasi di Indonesia sebagai salah satu upaya membiayai ekspansi, refinancing maupun menambah modal kerja.

 

bernhard1Bernhard Sumbayak
Founder and Chairman of Vibiz Consulting
Vibiz Consulting Group







Artikel terkait simak  di  Vibiz Consulting

Editor: Jul Allens

 

NO COMMENTS

Leave a Reply