Home Articles Of The Week Fokus Makro Ekonomi Indonesia 2014

0 2506

Badan Pusat Statistik (BPS) dan pemerintah Indonesia pada pekan pertama tahun 2014 telah merilis beberapa data makro ekonomi. Yang pertama adalah tingkat inflasi yang dilaporkan oleh BPS dimana pada bulan Desember 2013 yang lalu, tingkat inflasi mengalami kenaikan sebesar 0,01 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 8,38 persen.

Secara trend selama 5(lima) bulan terakhir, pergerakan tingkat inflasi masih tergolong stabil di kisaran 8 persen bahkan kondisi tersebut semakin memberikan sebuah tekanan pada sisi makro ekonomi Indonesia mengingat trend peningkatan inflasi diperkirakan akan masih berlanjut setidaknya sampai dengan kuartal pertama tahun 2014.

Adapun kenaikan inflasi pada bulan Desember 2013, ditopang oleh naiknya beberapa indikator seperti naiknya tingkat harga bahan pangan yang mengalami kenaikan sebesar 0,79 persen. Sementara indikator perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar juga mengalami kenaikan sebesar 0,37 persen dan naiknya indikator komunikasi serta jasa keuangan yang naik 0,56 persen.

Tiga indikator tersebut secara mayoritas telah mendongkrak tingkat inflasi bulanan pada bulan Desember tahun lalu. Secara garis besar tingkat inflasi yang terus mengalami kenaikan sepanjang lima bulan terakhir semakin mengikis tingkat suku bunga riil Indonesia mengingat Bank Indonesia masih mempertahankan BI Rate pada posisi 7,5 persen.

Oleh karena itu dengan adanya potensi kenaikan tingkat inflasi sampai dengan kuartal pertama tahun 2014 maka tingkat suku bunga riil pada Bank Indonesia diperkirakan akan terus mengalami gap yang menurun.

Tren Inflasi Bulanan (Data Badan Pusat Statistik)

 

Seperti halnya pada tabel tren inflasi bulanan yang terus mengalami kenaikan setidaknya secara signifikan mulai dari bulan Oktober tahun 2013. Dan diperkirakan pada awal bulan Januari 2014 maupun bulan Februari akan terus mengalami kenaikan bahkan tidak menutup kemungkinan dapat mencapai level 9 persen.

Mengenai proyeksi untuk tingkat inflasi pada bulan Januari ini, beberapa kalangan atau pengamat mengungkapkan akan menyentuh level 8,5 persen. Beberapa hal yang mendorong adanya peningkatan tingkat inflasi pada bulan Januari antara lain, adanya andil pada sisi kenaikan harga bahan pangan mengingat 9(sembilan) harga bahan pokok saat ini mengalami kenaikan akibat adanya gangguan terhadap faktor distribusi dan juga produksi yang mengalami sedikit permasalahan akibat musim hujan terus terjadi belakangan ini.

Sedangkan di saat bersamaan, harga gas elpiji juga mengalami kenaikan meskipun di awal tahun ini pemerintah melalui Pertamina memprediksi harga elpiji di pasaran akan mengalami kenaikan hingga di level Rp 117.000 namun pemerintah akhirnya merevisinya menjadi Rp 82.200.

Meskipun mengalami penurunan yang cukup signifikan tetapi kenaikan harga elpiji sebesar Rp 10.000 dibandingkan harga sebelumnya akan membebani harga bahan pangan yang diperkirakan juga akan mengalami kenaikan signifikan pada tahun 2014.

Di samping itu, untuk data makro ekonomi lainnya mengenai neraca perdagangan Indonesia untuk bulan November 2013 dilaporkan mengalami surplus sebesar US$776,8 juta. Pencapaian surplus neraca perdagangan ini meneruskan tren bulan sebelumnya yang surplus US$42,4 juta sedangkan nilai ekspor membukukan US$15,93 miliar dan nilai impor US$15,15 miliar.

Nilai Tukar USD/Rupiah

Sampai dengan akhir pekan pertama bulan Januari 2014, pergerakan nilai tukar rupiah masih mengalami depresiasi di kisaran level Rp 12.100 sampai dengan Rp 12.200. Nilai tukar rupiah masih akan terbebani oleh adanya kondisi dimana pergerakan harga minyak mentah global yang masih bertahan di kisaran positifnya antara level 95-100 dollar per barrel.

Proyeksi terhadap pergerakan mata uang rupiah sampai bulan Januari ini diperkirakan masih akan tetap stabil di kisaran Rp 12.000 sampai dengan Rp 12.200 per dollar. Level tersebut diperkirakan masih menjadi sebuah fokus utama bagi kondisi makro ekonomi Indonesia yang masih sulit diatasi paling tidak sampai akhir kuartal pertama tahun 2014.

(rl/JA/VBN)

Saksikan Videonya :

NO COMMENTS

Leave a Reply