Tiongkok Umumkan Aturan Baru Yang Menguntungkan Sektor Propertinya

202

Inflasi di Tiongkok yang melambat perlu diwaspadai karena bisa jadi hal itu merupakan keberlanjutan dari tren deflasi. Kondisi ini cukup membuat para pejabat di Tiongkok memiliki ruang lebih untuk bertindak, baik dengan kebijakan suku bunga maupun instrumen kuantitatif lainnya.

Tidak hanya tingkat inflasi yang perlu diwaspadai, data manufaktur dari negara ini juga cenderung negatif dan memperkuat sinyal deselerasi perekonomian Negeri Panda tersebut. Sementara itu pemerintah menargetkan pertumbuhan sepanjang 2015 merangkak naik 7% dengan inflasi dipatok pada kisaran 3%.

Dalam rangka mendongkrak kondisi ekonomi Tiongkok yang masih lambat, bank sentral Tiongkok pun tidak hilang akal untuk mengatasinya. Pasalnya kemarin (30/3/2015) di situs resminya, mereka mengumumkan intervensi terbarunya untuk menghidupkan kembali pasar properti yang tengah merosot yang hingga saat ini masih membebani pertumbuhan ekonomi Tiongkok.

Read more

Stephanie Rebecca/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here