Harga Gula ICE Retreat Akibat Terdesak Kenaikan Dollar AS

162

Harga gula berjangka mengakhiri perdagangannya dini hari tadi dengan membukukan pelemahan yang cukup signifikan (28/10). Di akhir sesi perdagangan harga komoditas ini retreat lagi setelah pada perdagangan sebelumnya untuk kembali mencapai posisi paling tinggi sejak bulan Mei yang lalu.

Salah satu penyebab penurunan harga gula berjangka malam tadi tidak lepas dari kenaikan nilai tukar dollar AS. Secara fundamental harga komoditas ini masih berpotensi untuk melanjutkan trend bullish. Aksi beli yang terjadi akibat bargain hunting dan potensi penurunan pasokan menjaga harga bertahan dalam trend bullish.

Kenaikan nilai tukar dollar AS membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi relative lebih mahal bagi para pembeli luar negeri sehingga permintaannya ikutan tergerus melemah.

Pada penutupan perdagangan Kamis dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Maret 2016 terpantau mengalami penurunan yang signifikan. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup melemah sebesar 0,22 sen atau setara dengan  1,52 persen pada posisi 14,42 sen per pon.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak mentah dan dollar AS. Secara teknikal pergerakan harga komoditas ini masih berada dalam trend menguat untuk jangka pendek, menengah dan panjang.

Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level support pada posisi 14,15 sen dan 13,70 sen. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi  14,83 sen dan 15,30 sen per pon.

 

Ika Akbarwati/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here