Harga Kakao Lanjutkan Peningkatan, Produksi Bisa Terhambat oleh Kekeringan

211

Harga kakao berjangka ICE Futures kembali berhasil mengalami kenaikan yang signifikan pada penutupan perdagangan dini hari tadi (28/10). Harga kakao didukung oleh kondisi faktor fundamental yang masih mengisyaratkan bahwa pasokan kakao global belum sepenuhnya aman. Kekeringan di beberapa kawasan penanaman kakao menyebabkan kekhawatiran penurunan produksi.

Permintaan biji kakao untuk diolah menjadi produk cokelat mengalami penurunan di Amerika Utara. Akan tetapi operasi pengolahan di Asia dan Eropa menunjukkan kenaikan meskipun masih terbatas.

Produksi kakao global saat ini masih mengkhawatirkan. Produksi di Asia Tenggara yang dilanda kekeringan akibat El Nino diperkirakan akan mengalami penurunan. Kondisi di kawasan penanaman kakao Afrika juga tampak masih mengalami kekeringan yang berpotensi untuk mengakibatkan turunnya produksi.

Di akhir perdagangan dini hari harga kakao berjangka kontrak Desember yang merupakan kontrak paling aktif terpantau ditutup dengan membukukan kenaikan yang cukup signifikan. Harga komoditas tersebut ditutup turun sebesar 23 dollar atau 0,72 persen pada posisi 3.197 dollar per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa harga kakao berjangka untuk perdagangan selanjutnya akan cenderung menemukan pijakan rebound untuk jangka pendek. Saat ini indikator jangka pendek dan menengah masih ada dalam pola bullish lemah.

Untuk perdagangan selanjutnya harga kakao berjangka di ICE Futures New York berpotensi untuk mengetes level resistance pada posisi 3.222 dollar. Jika level resistance tersebut berhasil ditembus level selanjutnya adalah 3.250 dollar. Sedangkan level support yang akan dites jika terjadi koreksi ada pada 3.150 dollar dan 3.120 dollar.

 

Ika Akbarwati/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here