Jepang Belum Butuh Stimulus Tambahan, Yen Jepang Jadi Tangguh

146

Yen Jepang bergulir kuat terhadap dolar AS dalam dua hari perdagangan belakangan ini, meskipun data-data lemah sudah menumpuk dirilis sejak beberapa pekan sebelumnya. Tampaknya penguatan Yen kali ini dititikberatkan pada pelemahan dolar di tengah keraguan pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed tahun ini.

Bersamaan dengan hal ini perkembangan terbaru tentang setimen pelonggaran tambahan dari BoJ untuk sementara telah tertutupi oleh pernyataan  dari penasihat PM Abe yaitu Hamda bahwa tidak ada kebutuhan untuk bank sentral Jepang (BoJ) untuk pelonggaran selama perkiraan Fed Rate naik masih membuat Yen lemah. Komentar tersebut membuat Yen justru lebih tangguh ditambah lagi dengan ekspektasi kenaikan suku bunga semakin mundur.

Sementara itu sentimen Fed Rate akan diperbaharui melalui pertemuan FOMC malam ini. Terpantau pasar wait and see dan menunda transaksi besar meskipun Retail Sales tahunan Jepang melorot -0.2% di bulan September karena menunggu petunjuk FOMC. Salah satu indikator sektor konsumsi tersebut masih diabaikan oleh pergerakan kurs.

Memantau kurs Yen pada pair USDJPY saat ini (05:30:11 GMT) bergulir di kisaran 120.43, masih menempel dari pembukaan 120.45. Pada perdagangan kemarin(27/10) Durable Goods Oreders AS anjlok dua bulan berturut  sehingga  pair ini ditutup lemah dari pembukaan 121.08 dengan capaian rendah di harga 120.15.

Secara teknikal,  Analyst Vibiz Research Center melihat pergerakan USDJPY pekan lalu telah rebaoud dari pelemahan, namuan secara keseluruhan pair ini masih tetap bergerak pada tren datar atau sideways, dan diperkirakan masih akan konsolidasi tidak jauh dari harga 120.00. Berdasarkan harga tinggi dan rendah sebelumnya pair ini diperkirakan akan menguji support 120.00 hingga 119.00 dengan resisten terdekat kisaran 120.60.

 

 

Irfan Purnawan/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here