Dolar Singapura Terus Mengalami Pelemahan Selama Dua Pekan

161

Pergerakan kurs dolar Singapura hingga sesi Eropa akhir pekan hari ini masih lesu dan secara mingguan telah melemah untuk pekan kedua. Pelemahan kurs dolar Singapura selama sepekan lebih dipengaruhi oleh setimen global yaitu Tiongkok dan The Fed. Kuatnya dolar AS dengan drama panjang tentang kenaikan suku bunga kemudian pada FOMC statement terakhir pasar menerjemahkan akan ada kesempatan naik di bulan Desember.

Data-data domestik dari Singapura kurang begitu mempan meredam kekuatan dolar. Dengan demikian anjloknya dolar Singapura hanyak akan pulih jika The Fed tidak jadi naik tahun ini, namun hal itu juga tidak akan menimbulkan tren penguatan yang panjang pada dolar Singapura sepanjang negara mata uang rival dolar AS masih sibuk memantau perekonomian dalam untuk rencana pengetatan.

Arahan data penting di akhir pekan ini adalah Persoal Income dan Personal Spending yang mengukur pendapatan pribadi dan belanja konsumen untuk periode september. Dengan buruknya data Retail Sales AS yang disebebkan pertumbuhan upah stagnan dan serapan tenaga kerja mengalami penurunan maka akan timbul perkiraan turun juga  pada laporan Persoal Income dan Personal Spending AS malam ini. Data lainnya adalah survei konsumen oleh Michigan untuk periode September.

Memantau kurs dolar Singapura pada pair USDSGD saat ini (09:11:11 GMT) bergulir di kisaran 1.4011, turun dari penutupan sebelumnya di harga 1.4031. Pada perdagangan kemarin (29/10) pair ini menutup harian dengan flat dari pembukaan 1.4022 dengan capaian tinggi 1.4060 dan rendah di harga 1.4009

Mengukur kekutan dolar Singapura terhadap Rupiah pada pair SGDIDR saat ini bergulir di kisaran 9,764.89. Berdasarkan transaksi antar bank di Indonesia menurut kurs transaksi BI, hari ini (30/10) harga jual dollar Singapura naik menjadi  9,784.42 dibandingkan dengan harga jual hari Kamis (29/10) di harga  9,720.44.

Secara teknikal, Analyst Vibiz Resarch Center melihat pergerakan pair USDSGD selama bulan Oktober berada dalam tren bearish, fase koreksi tampak juga sedang dialami dalam trend tersebut dan telah berhasil kemabali mengatasi resisten 1.4000. Berdasarkan harga tinggi dan rendah sebelumnya pergerak pair ini diperkirkan akan bergerak bullish mengetes resisten 1.4125 dengan support terdekatnya di kisaran 1.3964.

 

 

 

Irfan Purnawan/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here