Meskipun Masih dalam Trend Menguat, Harga Gula Jumat Dini Hari Ditutup Retreat

215

Harga gula berjangka berakhir turun terbatas di penutupan perdagangan Jumat dini hari (29/10). Kondisi yang sideways sudah menaungi pasar gula berjangka ini selama 6 sesi belakangan. Harga masih bergerak dalam kencenderungan naik meskipun pada perjalanannya cukup fluktuatif.

Harga gula berjangka naik turun karena ada tarik-menarik sentimen. Secara fundamental harga komoditas ini masih berpotensi untuk melanjutkan trend bullish. Kondisi pasokan di tingkat global masih mengkhawatirkan karena poduksi tampaknya masih akan berada di bawah permintaan.

Pada penutupan perdagangan Kamis dini hari tadi harga gula berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak Maret 2016 terpantau mengalami pelemahan yang terbatas. Harga gula berjangka paling aktif tersebut ditutup turun sebesar 0,09 sen atau setara dengan  0,6 persen pada posisi 14,56 sen per pon.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga gula kasar berjangka di New York  pada perdagangan selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak mentah dan dollar AS. Secara teknikal pergerakan harga komoditas ini masih berada dalam trend menguat untuk jangka pendek, menengah dan panjang.

Harga gula kasar berjangka di ICE Futures New York berpotensi mengetes level support pada posisi 14,29 sen dan 13,90 sen. Sedangkan level resistance yang akan dites jika terjadi peningkatan harga ada pada posisi  14,83 sen dan 15,20 sen per pon.

 

Ika Akbarwati/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here