Harga Perabotan RT Korea Selatan Naik, Inflasi Tertinggi Dalam 10 Bulan

199

Harga jual perabotan rumah tangga di Korea Selatan alami kenaikan ikuti harga makan dan minuman di negeri tersebut. Kenaikan harga tersebut dilaporkan badan statistik nasional Korea Selatan pagi ini (3/11) dalam rilis laju Harga konsumen pada bulan Oktober lalu yang naik 0,9 persen. Data tingkat inflasi yang dirilis ini menunjukkan pulihnya ekonomi negeri tersebut setelah dalam 10 bulan tingkat inflasi dibawah 1 persen. Tingkat inflasi bulan Oktober lalu merupakan inflasi tertinggi sejak November 2014.

Data yang dirilis setelah perdagangan bursa saham Korea Selatan dibuka berhasil mengalahkan perkiraan untuk kenaikan 0,7 persen dari posisi bulan sebelumnya di 0,6 persen. Perkembangan data ini membuat laju indeks saham di Korea Stock Exchange melaju 10 poin lebih dari harga pembukaan 2042,60, yang naik sebesar 0,50 persen.

Melajunya pertumbuhan inflasi Korea Selatan dapat terlihat pada grafik inflasi secara tahunan, secara indeks bulanan inflasi negeri yang berbatasan dengan Korea Utara naik ke posisi 0 persen setelah bulan September alami deflasi di posisi -0,2 persen. Kenaikan inflasi secara bulanan disumbang oleh naiknya harga sewa perumahan dan utilitas (1 persen), tarif akomodasi (0,1 persen) yang cukup untuk mengimbangi penurunan harga makanan (-1,1 persen) dan transportasi (-0,5 persen).

South Korea Inflation Rate MoM

Secara tahunan, harga makanan dan minuman non-alkohol naik 1,9 persen (dari 1 persen pada bulan September) serta harga perabotan dan peralatan rumah tangga & pemeliharaan rutinnya naik 2 persen (dari 1,8 persen). Sementara itu, biaya sewa perumahan, tarif air, tarif listrik, harga gas dan bahan bakar lainnya menurun 0,4 persen (pelonggaran dari -1,2 persen pada September) dan harga transportasi turun 6,7 persen (dari -7,0 persen).

Selain penyebab kenaikan inflasi diatas, kenaikan inflasi disumbang oleh naiknya harga makan di restoran dan hotel (2,5 persen); aneka barang dan jasa (2,3 persen); pendidikan (1,8 persen); dan kesehatan (1,4 persen). Sementara biaya komunikasi turun 0,3 persen.

 

 

 

Joel/VMN/VBN/senior Analyst Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here