Bursa Global Bervariasi Sambut Kebijakan Federal Reserve

214

Bursa Saham AS ditutup dengan indeks yang mixed merespon laporan kinerja keuangan emiten yang bervariatif dan juga terdapat dukungan positif dari data penjualan rumah baru AS bulan Juni yang naik ke posisi tertinggi dalam 7 tahun.

Indeks Dow Jones ditutup turun 0,10 persen ke posisi 18,473.75, dengan penurunan tertinggi saham McDonald. Indeks S & P 500 ditutup naik  0,03 persen ke posisi 2,169.18 yang ditopang penguatan sektor industri dan tambang. Indeks Nasdaq ditutup naik 0,24 persen ke posisi 5,110.05.

Sebagian besar bursa Asia pagi ini  dibuka kuat oleh dukungan laporan kenaikan kinerja keuangan emiten-emiten besarnya. Seperti Indeks Nikkei naik 1.30% pada 16596.19 disupport oleh kinerja keuangan Nintendo. Indeks ASX 200 naik 0.39% pada 5559.10 disupport laporan mantap keuangan emiten tambangnya. Indeks Kospi turun 0,02% pada 2026.86.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan dinihari tadi berakhir turun  0,5 persen menjadi  $ 42,92 per barel, harga dibawah $43 per barel dalam 3 bulan terakhir yang masih dipicu kekhawatiran kelbihan pasokan global. Harga minyak mentah pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat oleh proyeksi World Bank yang menaikkan outlook harga minyak mentah tahun 2016.

Sedangkan harga emas spot pada perdagangan dinihari tadi berhasil naik 0,41 persen pada $ 1,320.59 per tory ons, yang disebabkan anjloknya dollar AS. Harga emas pada perdagangan selanjutnya berpotensi bergerak sideways menantikan pertemuan Federal Reserves AS dan Bank of Japan pekan ini.

Dari pasar valas, Dolar AS turun  sedikit terhadap beberapa rival utama seperti pound Inggris dan Yen Jepang. Investor bersikap wait and see menjelang pengumuman besok dari Federal Reserve.
EURUSD     0.02% 1.0990
GBPUSD     -0.09%1.3135
USDJPY     0.22% 105.08

Dari pasar modal Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan awal pekan Selasa (26/07) berakhir naik 0,1% ke posisi 5224,39 yang mendapat dukungan dari aksi beli investor asing. IHSG  untuk perdagangan selanjutnya diperkirakan bergerak mixed dengan kisaran support 5188-5206 dan resisten 5237-5250. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini: BBCA, GGRM, LPPF dan SSMS.

Data indikator ekonomi yang perlu dicermati hari ini adalah  Data inflasi Australia untuk kawasan Asia, data prelim PDB Q2-2016 Inggris dan survey GFK konsumen Jerman dari kawasan Eropa dan terakhir data durable goods orders, pending home sales serta pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve AS.

Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here