Bursa Saham Indonesia Kena Imbas Gejolak Ekonomi Global, Sektor Consumer Dan Perbankan Tekan IHSG

514

Kepala ECB Mario Draghi mengecilkan prospek peningkatan pembelian aset pada hari Kamis, sehari setelah rekannya di Bank of England mengisyaratkan dia tidak terburu-buru untuk meningkatkan stimulus. Kepala Bank of Japan mengatakan kajian komprehensif dari kebijakan akan memperhitungkan biaya serta manfaat dari tindakannya.

Sikap bank sentral Eropa termasuk Inggris dan Jepang telah menggoyang pasar di seluruh dunia dan Indonesia terkena imbasnya. Sore ini IHSG masih terpuruk, turun 89 poin atau 1,66% ke level terendahnya hari ini, 5281,91. Demikian juga dengan indeks LQ45, anjlok hampir 2% hari ini, ditutup di level terendahnya juga yaitu di level 906,47.

Pemodal asing tercatat melakukan nett sell sebanyak Rp.937 miliar dan yang menjadi pemberat utama penurunan indeks saham Indonesia akhir pekan ini adalah sektor konsumen dan juga perbankan.

Saham Telkom turun 110 rupiah menjadi Rp.4050 per lembarnya, meskipun menjadi saham utama yang paling aktif diperjual belikan, ada sekitar 120 juta saham pindah tangan dengan nilai transaksi sebesar Rp.490,6 miliar. Demikian juga dengan BMRI , milik bank pemerintah Bank Mandiri, yang anjlok 350 rupiah ke harga Rp. 10850 per lembarnya, ada hampir 25 juta saham diperjual belikan dengan total transaksi sebesar Rp. 273,4 miliar. Penekan lain adalah saham KAEF milik PT Kimia Farma yang hari ini kembali turun sebanyak 170 rupiah dengan nilai transaksi sebesar Rp.76 miliar.

Hari ini bursa cukup ramai, ada 6,2 miliar saham di pindahtangankan dengan total nilai transaksi sebesar Rp. 7,7 triliun. Dari 386 saham yang dapat diperjual belikan hari ini, ada 231 saham turun, 74 saham naik dan 81 saham yang stagnan.

Kembali Kepala Pengawasan Transaksi bursa mengeluarkan pengumuman mengenai Unusual Market Activity (UMA) atas saham ITMA, milik PT Sumber Energi Andalan supaya para investor bisa mempertimbangkannya didalam mengambil keputusan berinvestasi.

Kurs tengah BI hari ini berada di 13.089 sesuai dengan apa yang tertera dalam web resmi Bank Indonesia.

Selasti Panjaitan/ VMN/VBN/ Senior Analyst Stocks-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here