Harga CPO 27 September Turun 1 Persen Tergerus Pelemahan Minyak Mentah

257

Harga CPO di bursa komoditas Malaysia pada perdagangan Selasa (27/09) terpantau turun. Pelemahan harga CPO siang ini terpicu pelemahan minyak mentah di sesi perdagangan Asia.

Harga minyak mentah berjangka tergelincir di perdagangan Asia pada Selasa (27/09) karena investor mengambil keuntungan setelah harga naik lebih dari 3 persen pada sesi sebelumnya.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) turun 6 sen menjadi $ 45,87 per barel, setelah naik $ 1,45, atau 3,3 persen, pada sesi sebelumnya.

Harga minyak mentah berjangka Brent tergelincir 15 sen menjadi $ 47,20 per barel pada 0346 GMT setelah penutupan naik $ 1,46, atau 3,2 persen pada sesi sebelumnya.

Dolar AS juga membebani harga minyak setelah naik terhadap sekeranjang mata uang, dengan pasar menunjukkan penilaian kandidat Demokrat Hillary Clinton sebagai pemenang dalam debat presiden AS pertama dengan kandidat Partai Republik Donald Trump.

Lihat : Harga Minyak Mentah Sesi Asia Turun Setelah Hillary Menangkan Debat Pertama

Penurunan harga minyak mentah menjadi pemicu sentimen negatif yang membuat harga CPO dalam trend melemah. Pelemahan harga minyak mentah membuat bahan bakar alternatif seperti yang dibuat dari CPO menurun permintaannya.

Harga CPO kontrak paling aktif di bursa komoditas Malaysia hari ini tampak mengalami pelemahan Harga kontrak Desember 2016 yang merupakan kontrak paling aktif melemah sebesar -25 ringgit atau -1,1 persen dan diperdagangkan pada posisi 2.686 ringgit per ton.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga CPO berjangka pada perdagangan selanjutnya akan memperhatikan pergerakan harga minyak mentah, yang jika terus melemah akan menekan harga CPO. Pergerakan harga juga bisa dipengaruhi oleh pergerakan mata uang Ringgit serta kondisi permintaan dan pasokan global.

Harga CPO berjangka kontrak Desember 2016 di bursa komoditas Malaysia berpotensi menguji level Support pada posisi 2.640 ringgit dan 2.590 ringgit. Sedangkan level Resistance yang akan diuji jika terjadi penguatan ada pada posisi 2.740 ringgit dan 2.790 ringgit.

Freddy/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here