Bisnis Apple Menurun Terus Karena Produk Andalannya Kurang Laku

527

Mengakhiri perdagangan saham  hari kedua pekan ini, bursa saham Wallstreet melemah disebabkan beberapa sentimen dimana salah satunya anjloknya saham teknologi besar yaitu saham Apple. Turunnya nilai saham Apple yang memiliki kode saham AAPL ini turun hingga 2 persen lebih mengejutkan, karena selama 3 bulan terakhir saham ini menguat terus. Pasar  dikecewakan akan kinerja keuangan perusahaan periode kuartal ketiga lalu.

Apple melaporkan kinerja keuangannya hari Selasa (25/10) untuk Q3-2016 kembali mencetak penurunan laba bersih setelah 2 kuartal sebelumnya juga menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Laba bersih Apple turun 19% menjadi US$ 9 miliar  atau $1,67 per saham dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 11,1 miliar atau $1,96 per saham. Penurunan laba ini dipicu oleh turunnya pendapatan hingga 9% menjadi  $46,9 miliar. Semakin turunnya pendapatan perusahaan teknologi besar dunia ini di kontribusi oleh berkurangnya bisnis Iphone yang menyumbang 63% dari pendapatan Apple secara keseluruhan.

Dalam laporan keuangan Apple tersebut, penjualan iPhone berkurang hingga 2,5 juta unit jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya  menjadi 45.500.000 unit pada kuartal tersebut. Dan untuk harga jual per unit hanya US$618,72, padahal sebelumnya Apple targetkan US$625. Sementara  itu untuk penjualan iPad alami peningkatan dari target perusahaan 9,1 juta unit menjadi 9,3 juta unit.

Penjualan komputer Macintosh turun 17% dari tahun sebelumnya, demikian juga penjualan “produk lainnya”  seperti Apple Watch yang  turun 22% dari tahun sebelumnya.  Namun untuk bisnis jasa content seperti  Apple Music, iTunes dan App Store, pendapatan tumbuh 24% dari tahun sebelumnya.

Penurunan kinerja keuangan perusahaan seperti Apple Inc. yang telah berkembang menjadi perusahaan  paling berharga di dunia selama satu dekade terakhir dipicu oleh turunnya penjualan iPhone. Produk andalannya ini alami perlambatan pertumbuhan di pasar smartphone di seluruh dunia, terutama di Cina.

 Sebagai informasi mengenai sahamnya, setelah jam perdagangan sesi New York berakhir  saham Apple jatuh 2,8%. Sebelumnya saham rally lebih dari 20% selama tiga bulan terakhir di tengah meningkatnya optimisme tentang iPhone 7 dan kerja keras Samsung.

H Bara/VMN/VBN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY