Data Inflasi November Kurang Kuat Bangkitkan Rupiah Kamis

190

Pelemahan rupiah di akhir  perdagangan pasar valas  Kamis (1/12) masih belum mampu keluar dari zona merahnya sekalipun dollar AS sedang alami tekanan jual dari lawan-lawannya. Lemahnya rupiah masih tertekan sentimen Trump effect yang membuat imbal hasil obligasi turun dan prospek perdagangan luar negeri terhadang. Hari ini dilaporkan terjadi kenaikan inflasi pada bulan November.

Lihat: Inflasi November Indonesia Meningkat

Pergerakan rupiah yang terbatas di akhir perdagangan bursa  membuat  modal asing keluar bursa sangat banyak melebihi  arus masuknya sehingga tercetak net sell asing  sebesar Rp181 miliar lebih.  Namun tekanan jual  investor asing tersebut tidak mampu menghadang laju IHSG yang naik 1%.

Lihat: IHSG 1 Desember Berakhir Naik Terdukung Peningkatan Minyak Mentah dan Inflasi

Pergerakan kurs rupiah di pasar spot sore ini bergerak negatif dengan posisi pelemahan 0,07% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13565/US$ setelah  dibuka kuat pada level Rp13579/US$. Untuk  kurs Jisdor dan kurs transaksi antar bank yang ditetapkan Bank Indonesia hari ini   dilemahkan dari perdagangan sebelumnya.

Kurs jisdor yang ditetapkan Bank Indonesia lebih lemah di 13582 dari perdagangan sebelumnya  di 13563, demikian kurs transaksi antar bank juga dilemahkan ke 13650 dari  perdagangan sebelumnya 13631.

Dan untuk pergerakan kurs Rupiah perdagangan esok hari  diperkirakan  dibuka positif  di tengah lambatnya laju dollar AS  hingga akhir perdagangan  sesi Amerika  esok pagi.

Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here