Minyak Mentah Anjlok; Dollar AS Retreat

219

Bursa Saham AS ditutup mixed pada akhir perdagangan Selasa dinihari (10/01), terpengaruh anjloknya harga minyak mentah dan kewaspadaan investor menjelang laporan laba emiten. Indeks Dow Jones turun 0,38 persen, menjadi ditutup pada 19,887.38, dengan penurunan tertinggi saham ExxonMobil. Indeks S & P 500 tergelincir 0,35 persen, ke 2,268.90, dengan sektor energi memimpin delapan sektor yang lebih rendah. Indeks Nasdaq naik 0,19 persen, menjadi ditutup pada 5537. Malam nanti akan dirilis beberapa data ekonomi AS yang diindikasikan positif, jika terealisir akan menguatkan bursa Wall Street.

Bursa Asia dibuka merosot pagi ini dengan anjloknya minyak mentah dan bursa Wall Street berakir sebagian besar rendah. Terpantau Indeks Nikkei turun 0,40 % pada 19.377,34 terpicu penguatanYen. Indeks ASX 200 turun 0,98 % pada 5.751,60 terdorong merosotnya saham energy. Indeks Kospi turun 0,30 persen pada 2.042,70.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan Selasa dinihari (10/01) anjlok 3,8 persen di 51,96 dollar per barel, tergerus kekhawatiran rekor kenaikan ekspor minyak mentah Irak dan meningkatnya produksi AS akan melemahkan upaya OPEC untuk mengekang kelebihan pasokan global. Harga minyak mentah selanjutnya berpotensi naik dengan melemahnya dollar AS dan aksi bargain hunting. Namun jika muncul optimisme ataupun berita seputar pelaksanaan kesepakatan OPEC dan Non OPEC, akan dapat mengangkat harga.

Sedangkan harga emas spot LLG pada akhir perdagangan Selasa dinihari (10/01) berakhir naik 0,93 persen pada 1,183.61 dollar per troy ons, terpicu pelemahan dollar AS dan pasar menilai kembali prospek ekonomi AS dengan Donald Trump dilantik sebagai Presiden pada akhir bulan ini. Harga emas untuk perdagangan selanjutnya berpotensi lemah pengaruh profit taking setelah menguat semalam. Namun jika permintaan terus meningkat di Tiongkok dan India dapat mengangkat harga emas.

Dari pasar valas,  Dollar AS melemah karena minimnya penggerak fundamental utama sehingga rentan terhadap aksi safe haven pasar. Sejak perdagangan Eropa pasar cenderung melakukan aksi safe haven dengan memburu mata uang yen dan euro, serta komoditas emas. Aksi ini dipicu oleh kondisi politik di kawasan Eropa pasca pernyataan PM Inggris Theresa May yang menyatakan akan melobi kembali kerjasama perdagangan dengan negara Eropa setelah keluar dari keanggotan Uni Eropa. EURUSD naik 0,41% pada 1.0572.  GBPUSD turun 0.97 % pada 1.2160.  USDJPY turun 0,78 persen pada 116.02.  Malam nanti akan dirilis data-data ekonomi NFIB Business Optimism Index Desember, JOLTs Job Openings November, Wholesale Inventories MoM November, yang semuanya diindikasikan meningkat. Jika terealisir dapat menguatkan kembali dollar AS.

Dari pasar modal Indonesia, pada penutupan perdagangan awal pekan Senin sore (09/01), Indeks Harga Saham Gabungan berakhir turun 0,57 persen pada 5316,36. Pelemahan IHSG terdorong aksi profit taking investor. Sentimen negatif akan datang dari anjloknya harga minyak mentah dan bursa Wall Street yang sebagian besar lebih rendah.  Selain itu masih ada saham-saham unggulan yang rawan profit taking. Sinyal kekuatan dapat datang dari kondisi pergerakan rupiah pasca melemahnya dollar AS. Secara teknikal  pergerakan   IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5247-5295dan resisten  5377-5415.  Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini:  BBNI, AKRA, SMRA dan MPPA.

Hari ini pasar akan mencermati data Retail Sales November Australia, Inflation Rate, PPI Desember Tiongkok, Consumer Confidence Desember Jepang, Retail Sales November Indonesia, NIFB Business, JOLTs Job Openings, Wholesales Inventories November AS.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here