Harga Emas Semakin Mahal, Bursa Asia Kuat Mantap

274

Bursa Saham AS ditutup mixed pada akhir perdagangan Rabu dinihari (11/01), dan bergerak konsolidasi menanti  pidato pertama dihadapan publik  dari presiden AS terpilih Donald Trump.Indeks Dow Jones turun  0,03 persen ke 19,855.53, dengan kenaikan tertinggi saham Merck . Indeks S & P 500 ditutup datar pada 2,268.90, dengan sektor konsumen discretionary memimpin enam sektor yang lebih tinggi dan  Indeks Nasdaq naik  0,36 persen pada 5,551.82, yang merupakan  penutupan tertinggi baru

Bursa Asia dibuka menguat signifikan  pagi ini dengan menghiraukan pergrakan bursa saham Wallstreet. Beberapa sentimen yang pengaruhi indeks juga datang penguatan harga logam di LME. Terpantau Indeks Nikkei naik 0.37% pada 19372.34 terpicu pelemahan Yen. Indeks ASX 200 naik 0.39% pada 5783.00 terdorong merosotnya saham energy. Indeks Kospi naik 0.71%  pada 2059.68 .

Dari pasar komoditas, Harga minyak mentah turun lebih 2 persen  memperpanjang penurunan tajam sesi sebelumnya, tergerus penguatan dolar AS dan keraguan atas pelaksanaan kesepakatan OPEC untuk memangkas produksi.Harga minyak WTI turun $  2,2 persen pada $ 50,82. Harga minyak mentah selanjutnya berpotensi turun dengan penguatan dollar AS.

Sedangkan Harga Emas rally ke level tertinggi dalam lebih dari sebulan pada akhir perdagangan Selasa karena dolar AS merosot pada kecemasan sebelum konferensi pers oleh Presiden AS terpilih Donald Trump pada Rabu dan  ketidakpastian brexit Inggris. Harga emas spot LLG naik 0,44 persen menjadi $ 1,186.36 per troy ons.

Dari pasar valas,  Dollar AS bergerak mixed terhadap rival utamanya jelang pidato pertama Presiden Donald Trum dihadapan publik setelah terpilih dalam pilpres bulan November lalu. Pagi ini masih bergerak konsolidasi dan berpotensi rally.
EURUSD     0.04% 1.05580
GBPUSD     0.09% 1.21835
USDJPY     0.11% 115.95

Dari pasar modal Indonesia, pada penutupan perdagangan awal pekan Selasa sore (09/01), Indeks Harga Saham Gabungan berakhir turun 0,1% ke posisi 5309,92. Pelemahan IHSG masih didominasi aksi jual investor asing.  IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5247-5280dan resisten  5340-5366.  Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini:  BBTN, CPIN, PGAS dan INCO.

Hari ini sentimen data ekonomi yang mempengaruhi pergerakan pasar minim sekali, pasar perhatikan data produksi manufaktur Inggris dan juga data pasokan minyak mentah AS selain pidato Presiden AS terpilih.

Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY