Bursa Hong Kong 12 Januari Berakhir Negatif Tertekan Profit Taking

236

Di akhir perdagangan bursa Hong Kong Kamis (12/01), indeks Hang Seng ditutup turun -106,33 poin, atau -0,46 persen pada 22829.02. Pelemahan bursa saham Hong Kong terpicu aksi profit taking  setelah lima hari keuntungan di Hong Kong.

Saham Asia naik, sebagian pada kelegaan setelah Presiden AS terpilih Donald Trump menurunkan subjek tarif terhadap ekspor Tiongkok dalam sebuah konferensi pers pada hari Rabu.

Tapi sentimen bullish dibatalkan oleh tekanan profit taking setelah indeks menambahkan lebih dari 3,6 persen dalam lima sesi terakhir.

Hang Seng China AH Premium Index, yang mengukur kesenjangan penilaian untuk perusahaan yang terdaftar di kedua bursa daratan dan di Hong Kong, rebound pada hari Kamis setelah menyentuh tiga bulan.

Indeks berakhir di 120,74, berarti saham utama Hong Kong saat ini diperdagangkan pada diskon 20 persen untuk rekan-rekan daratan mereka. Diskon telah dibelah dua selama tahun lalu, sebagian karena uang daratan mengalir ke saham Hong Kong.

Saham jasa memimpin retret berbasis luas, dengan indeks pelacakan sektor ini turun 1,4 persen.

Sektor teknologi juga jatuh setelah indeks kelas berat Tencent Holdings Ltd turun lebih dari 1 persen setelah naik 6,2 persen dalam lima sesi terakhir.

Sementara itu pergerakan indeks berjangka Hang Seng terpantau turun -104,00 poin atau -0,45 persen pada 22,870,00 turun dari penutupan perdagangan sebelumnya pada 22,974.00.

Malam nanti akan dirilis data jobless claim AS yang diindikasikan meningkat. Jika hasil ini terealisir bepotensi menekan bursa saham AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks Hang Seng akan bergerak lemah jika bursa Wall Street melemah malam nanti. Juga akan mencermati pergerakan harga minyak mentah. Secara teknikal Indeks Hang Seng akan bergerak dalam kisaran Support 22,385-21,896, dan kisaran Resistance 23,329-23,804.

Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY