Pasca Konferensi Pers Trump : Dollar AS Merosot, Wall Street dan Komoditas Melonjak

515

Bursa saham AS ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan Kamis dinihari (12/01), mengabaikan penurunan tajam saham perawatan kesehatan menyusul pernyataan yang dibuat oleh Presiden terpilih AS Donald Trump. Kenaikan Wall Street didukung lonjakan harga minyak mentah. Indeks Dow Jones naik 0,5 persen, menjadi ditutup pada 19,954.28, dengan kenaikan tertinggi saham Merck. Indeks S & P 500 naik 0,28 persen, menjadi berakhir pada 2,275.32, dengan sektor energi memimpin delapan sektor yang lebih tinggi. Indeks Nasdaq naik 0,21 persen, menjadi ditutup pada 5,563.65.

Bursa Asia dibuka mixed pagi ini setelah konferensi pers Presiden terpilih AS Donald Trump. Terpantau Indeks Nikkei turun 1,15 % pada 19.142,05 tertekan penguatanYen. Indeks ASX 200 naik 0,24 % pada 5.785,30  terdorong kenaikan saham penambang logam. Indeks Kospi naik 0,19 persen pada 2.079,05 terdukung kenaikan saham Samsung.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan Kamis dinihari (12/01) melonjak 2,8 persen di 52,25 dollar per barel, terdorong pelemahan dollar AS setelah konferensi pers oleh Presiden AS terpilih Donald Trump dan di tengah berita bahwa Arab Saudi telah memotong ekspor ke Asia. Harga minyak mentah selanjutnya berpotensi naik dengan pelemahan dollar AS. Namun juga akan mencermati pelaksanaan kesepakatan pemotongan produksi OPEC dan Non OPEC, jika terjadi pemotongan akan mengangkat harga dan sebaliknya..

Sedangkan harga emas spot LLG pada akhir perdagangan Kamis dinihari (12/01) berakhir naik 0,3 persen pada 1,191.20 dollar per troy ons, terpicu pelemahan dollar AS setelah komentar Trump, juga karena ketidakpastian politik dipandang mendukung harga tahun ini. Harga emas untuk perdagangan selanjutnya berpotensi naik jika pelemahan dollar AS berlanjut. Permintaan fisik Tiongkok juga menjadi sentimen bullish bagi emas.

Dari pasar valas,  Dollar AS melemah setelah konferensi pers Presiden terpilih AS Donald Trump, yang tidak membahas stimulus fiskal dan kebijakan ekonomi. EURUSD naik 0,27% pada 1.0582.  GBPUSD naik 0.30 % pada 1.2210.  USDJPY turun 0,30 persen pada 115.40.  Malam nanti akan dirilis data jobless claim yang diindikasikan meningkat. Jika terealisir dapat melemahkan dollar AS.

Dari pasar modal Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan hari Rabu  (11/1)  turun 0,2% ke posisi 5301,23, dipicu oleh aksi jual asing yang cukup besar merespon sentimen pasar menyambut pidato pertama Presiden terpilih AS Donald Trump. Sentimen positif datang dari rebound harga minyak mentah dan mantapnya perdagangan saham bursa AS yang dapat memicu capital inflow lebih besar. Juga dari domestik sentimen positif datang dari prospek penguatan rupiah pasca anjloknya dollar AS setelah pidato Presiden AS Donald Trump. Secara teknikal  pergerakan   IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5247-5286 dan resisten  5335-5362.  Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini:  BMRI, ANTM, ASII dan HMSP.

Hari ini pasar akan mencermati data Current Account November Jepang, New Yuan Loan, Outstanding Loan Growth, penjualan kendaraan bermotor Desember Tiongkok, Penjualan mobil Desember Indonesia, Pertumbuhan ekonomi 2016 Jerman, Produksi Industri November, ECB Monetary Policy Meeting Zona Eropa, Harga Ekspor dan Impor Desember, Jobless Claim AS.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY