Market Outlook 6-10 March 2016

198

Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia terpantau masih konsolidasi sementara pergerakan bursa kawasan bias melemah, sehingga secara mingguan bursa ditutup menguat tipis ke level 5,391.22. Untuk minggu berikutnya (6-10 Maret), IHSG nampaknya di antara fase konsolidasi berpeluang kembali menyentuh resistant terdekat. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 5430 dan 5490, sedangkan support di level 5294 dan kemudian 5228.

Mata uang rupiah seminggu lalu terlihat agak terkoreksi tetapi masih cenderung stabil di tengah pergerakan dollar yang mulai naik lagi, di mana secara mingguan rupiah melemah tipis ke level 13,380. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,405 dan 13,520, sementara support di level 13,282 dan 13,270.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika:berupa rilis data ADP Non-Farm Employment Change dan Crude Oil Inventories pada Rabu malam; diikuti dengan data tenaga kerja Unemployment Claims; diakhiri dengan rilis Non-Farm Employment Change dan Unemployment Rate pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data Annual Budget Release Inggris pada Rabu sore; disambung dengan rilis Minimum Bid Rate ECB pada Kamis sore yang diperkirakan bertahan di level sangat rendah 0.00%.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa pengumuman RBA Rate Statement Australia pada Selasa pagi yang diperkirakan bertahan di level 1.50%; kemudian rilis data CPI y/y Caixin China pada Kamis pagi.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar cenderung menguat namun melepaskan gain-nya di akhir minggu setelah ada indikasi dari the Fed kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan ini, di mana secara mingguan index dollar AS terpantau naik tipis ke level 101.320.

EURUSD, pekan lalu euro dollar terpantau naik terbatas ke level 1.0614. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level support pada 1.0492 dan 1.0340 sementara resistance pada 1.0825 dan kemudian 1.1300.

GBPUSD,  minggu lalu terlihat melemah ke level 1.2297 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level support pada 1.2213 dan kemudian 1.2014, sedangkan resistance pada 1.2705 dan 1.3445.

USDJPY,  minggu lalu berakhir menguat ke level 113.90. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 115.62 dan 118.60, serta support pada 111.58 serta level 111.35

AUDUSD, aussie dollar terpantau melemah ke level 0.7591. Range minggu ini akan berada di antara support level di 0.7510 dan 0.7288, sementara resistance level di 0.7778 dan 0.7835.

Bursa Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum melemah oleh menguatnya perkiraan pasar bahwa the Fed akan bisa menaikkan suku bunganya pada bulan ini. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau melemah tipis ke level 19,105. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 19615 dan 20045, sementara support pada level 18220 dan lalu 17340. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 23552. Minggu ini akan berada antara level resistance di 24200 dan 24365, sementara support di  23490 dan 21220.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau kembali berlanjut mencetak rekor tertingginya dalam optimisme pasar terhadap reformasi pajak dan prospek ekonomi sejak Trump menjadi Presiden AS. Dow Jones Industrial secara mingguan menguat ke level 20836.07, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 21167 dan 21250, sementara support di level 20445 dan 19768. Index S&P 500 minggu lalu menguat ke level 2348.89, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2400 dan 2500, sementara support pada level 2328 dan 2248.

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau dalam koreksi setelah sempat menanjak ke posisi 3.5 bulan tertingginya, sehingga berakhir dalam harga emas dunia turun tipis ke level $1234.22 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1292 dan berikut $1337, serta support pada $1226 dan $1180. Di Indonesia, harga emas terpantau melemah ke level Rp528,151.

Variasi pasar konsisten menampakkan dirinya belakangan ini. Sejumlah pasar saham ada yang tampil rally, sementara resesi ekonomi global juga masih mengintai. Gejolak pasar kalau kita perhatikan bisa berbentuk volatilitas yang tinggi pada satu periode, dapat juga berupa gelombang naik turun dalam irama yang diwarnai dengan ketidakpastian di periode waktu yang lainnya. Memang demikian situasi dan kondisi pasar. Untuk ambil keuntungan terhadap pasarnya, nampaknya, kitalah yang harus menambahkan pengetahuan dan keahlian (skill) dalam berinvestasi. Bagaimanapun, tidak ada salahnya sama sekali seseorang untuk menambah pengetahuan dan skill. Itu suatu bentuk investasi tersendiri juga. Untuk itu, Anda dapat belajar bersama vibiznews.com. Terimakasih telah tetap bersama dengan kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

alfred

By Alfred Pakasi ,

CEO Vibiz Consulting
Vibiz Consulting Group

 

 

 

Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY