Kenaikan Suku Bunga AS Hampir Pasti, Pasar Mixed

237

Bursa Saham AS berakhir mixed pada akhir perdagangan Selasa diniahri (14/03) karena investor mengantisipasi kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed 14-15 Maret ini. Indeks Dow Jones ditutup turun 0,10 persen, di 20,881.48, dengan penurunan tertingi saham IBM. Indeks S & P 500 ditutup naik 0,04 persen, pada 2,373.47 dengan kenaikan tertinggi sektor bahan. Indeks Nasdaq ditutup naik 0,24 persen, pada 5,875.78.

Bursa Asia bergerak mixed pagi ini mengikuti bursa Wall Street.  Terpantau Indeks Nikkei turun 0,09 persen pada 19.616,57 dengan pelemahan saham Toshiba. Indeks ASX 200 naik 0,11 persen pada 5763.40 dengan kenaikan sub indeks energi. Indeks Kospi naik 0,47 persen pada 2127.53 dengan kenaikan saham Hyundai Engineering.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan Selasa dinihari (14/03) turun 0,19 persen di 48,40 dollar per barel, karena meningkatnya persediaan dan aktivitas pengeboran di Amerika Serikat, mengimbangi upaya OPEC untuk membatasi produksi minyak mentah dan mengurangi kekenyangan global. Harga minyak mentah berpotensi lemah dengan kekuatiran peningkatan persediaan AS dan keraguan pemotongan produsi OPEC dapat berhasil. Juga dengan semakin menguatnya
ekpektasi kenaikan suku bunga AS dapat mendorong kenaikan dollar AS.

Sedangkan harga emas spot LLG pada akhir perdagangan Selasa dinihari (14/03) merosot 0,03 persen pada 1,204.11 dollar per troy ons karena prospek kenaikan suku bunga dalam waktu dekat,  sehingga membuat emas menyentuh dekat level terendah lima minggu pekan lalu. Namun, kerugian terbatas oleh pemilu di Eropa yang menciptakan ketidakpastian dan memicu pembelian investor. Harga emas berpotensi melemah terbatas dengan kemungkinan besar kenaikan suku bunga AS bulan ini.

Dari pasar valas, Dolar AS naik tipis semalam dengan investor memperkirakan hampir pasti terjadi kenaikan suku bunga AS dalam pertemuan dua hari The Fed yang dimulai Rabu ini. EURUSD turun 0,16 persen pada 1.0653. GBPUSD naik 0.46 persen pada 1.2216. USDJPY naik 0,12 persen pada 114.87. Dollar AS diperkirakan meningkat dengan kepastian besar kenaikan suku bunga AS di bulan Maret.

Dari pasar modal Indonesia, pada penutupan perdagangan Senin sore (13/03), Indeks Harga Saham Gabungan berakhir naik 0,35 persen pada 5409,37. Penguatan IHSG terdukung kenaikan mata uang Rupiah. Sentimen negatif datang dari mixednya perdagangan bursa saham AS, pelemahan harga minyak mentah serta dan posisi rupiah terhadap dollar AS yang diperkirakan lemah. Namun diharapkan optimisme ekonomi Indonesia dapat menjadi sentiment positif bursa hari ini. Secara teknikal  pergerakan   IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5360-5382 dan resisten  5417-5430.  Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini:  BBTN, HMSP, INDF dan SSMS.

Hari ini pasar akan mencermati Business Confidence Feb Australia, Fixed Asset Investment, Produksi Industri, Retail Sales  Tiongkok, Inflation Rate Februari, ZEW Economic Sentiment Feb Jerman, Produksi Industri Januari Zona Eropa, PPI Februari AS.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY