Keputusan Fed Kurang Hawkish; Dollar AS Merosot, Wall Street dan Komoditas Melonjak

278

Bursa Saham AS ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan Kamis dinihari (16/03) terdorong kenaikan harga minyak, setelah kebijakan Federal Reserve kurang agresif dari yang diharapkan. Indeks Dow Jones ditutup naik 0,54 persen, di 20,950.10 dengan kenaikan tertinggi Saham Caterpillar. Indeks S & P 500 ditutup naik 0,84 persen, pada 2,385.26 dengan kenaikan tertinggi sector Energi. Indeks Nasdaq naik 43,23 poin, atau 0,74 persen, ke 5,900.05.

Bursa Asia bergerak mixed pagi ini terdorong kenaikan bursa Wall Street.  Terpantau Indeks Nikkei turun 0,16 persen pada 19.545,20 terganjal penguatan yen. Indeks ASX 200 naik 0,15 persen pada 5.782,90. Indeks Kospi naik 0,65 persen pada 2.146,85.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan Kamis dinihari (16/03) melompat 2,4 persen di 48,86 dollar per barel, etelah laporan resmi pemerintah AS menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah mingguan, menawarkan harapan bahwa tiga tahun kekenyangan global dalam minyak akan segera berakhir. Harga minyak mentah berpotensi naik dengan penurunan persediaan AS.

Sedangkan harga emas spot LLG pada akhir perdagangan Kamis dinihari (14/03) naik 1,18 persen pada 1,212.50 dollar per troy ons setelah pengumuman Fed kurang hawkish dari yang diharapkan ditambah dengan perbedaan pendapat Presiden Fed Minneapolis Kashkari yang menggerogoti dolar dan mendorong yield AS yang lebih rendah yang memicu rally yang signifikan dalam emas. Harga emas berpotensi naik terbatas dengan pelemahan dollar AS.

Dari pasar valas, kurang hawkishnya dari yang diharapkan proyeksi dari Federal Reserve, bersama-sama dengan perbedaan pendapat Presiden Fed Minneapolis Kashkari menggerogoti dolar. EURUSD naik 1,23 persen pada 1.0734. GBPUSD naik 1.14 persen pada 1.2289. USDJPY turun 1,19 persen pada 113.17. Dollar AS diperkirakan lanjutkan pelemahan hingga sore nanti. Namun jika malam nanti data perumahan AS meningkat dan jobless claim melemah, akan menguatkan dollar AS..

Dari pasar modal Indonesia, pada penutupan perdagangan Rabu sore (15/03), Indeks Harga Saham Gabungan berakhir datar, naik tipis 0,01 persen pada 5432,38. Pergerakan datar IHSG terpicu aksi profit taking investor lokal menjelang keputusan suku bunga AS dinihari nanti. Sementara investor asing terus melakukan aksi beli saham. Sentimen positif hari ini datang dari positifnyabursa saham AS, kenaikan harga minyak mentah serta dan pelemahan dollar AS yang dapat menguatkan Rupiah. Secara teknikal  pergerakan   IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5387-5405 dan resisten  5470-5500.  Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini:  BBNI, ASII, INDF dan SRIL.

Hari ini pasar akan mencermati Employment Change, Unemployment Rate Februari Australia, Keputusan suku bunga Bank of Japan, FDI Februari Tiongkok, Unemployment Rate Februari Hong Kong, Keputusan suku bunga BI, Inflation Rate Februari Zona Eropa, Building Permit, Housung Starts Februari, Jobless Claim AS

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here