Sentimen Keputusan Suku Bunga The Fed Masih Membayangi Pasar Global

224

Bursa Saham AS ditutup sebagian besar lebih rendah pada akhir perdagangan Jumat dinihari (17/03) dengan kenaikan moderat sektor keuangan gagal untuk mengimbangi penurunan dalam sektor perawatan kesehatan dan utilitas. Penurunan juga terpengaruh pelemahan minyak mentah. Indeks Dow Jones ditutup turun 0,07 persen, di 20,934.55 dengan saham Chevron dan 3M berkontribusi paling besar dalam kerugian. Indeks S & P 500 merosot 0,16 persen, pada 2,381.38, dengan sector utilitas memimpin tujuh sektor yang lebih rendah. Indeks Nasdaq ditutup naik tipis 0,01 persen, pada 5,900.76.

Bursa Asia bergerak mixed pagi ini mengikuti pelemahan bursa Wall Street.  Terpantau Indeks Nikkei turun 0,25 persen pada 19.540,54. Indeks ASX 200 naik 0,31 persen pada 5.803,60. Indeks Kospi naik 0,14 persen pada 2.153,04.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan Jumat dinihari (16/03) turun 0,23 persen di 48,75 dollar per barel, tertekan peningkatan produksi AS yang mendekati rekor tertinggi, namun kerugian dikurangi dengan dukungan melemahnya dollar AS. Harga minyak mentah akan mencermati sentimen penting. Kesepakatan OPEC yang meningkat dan pelemahan dollar AS dapat menjadi sentimen pendukung harga. Namun sentimen kenaikan produksi AS terus meningkat akan menekan minyak mentah.

Sedangkan harga emas spot LLG pada akhir perdagangan Jumat dinihari (15/03) naik 0,59 persen pada 1,225.88 dollar per troy ons setelah Bank sentral AS mengisyaratkan tingkat pengetatan yang bertahap dan dolar AS meluncur ke terendah dalam satu bulan. Harga emas berpotensi naik terbatas dengan pelemahan dollar AS.

Dari pasar valas, Indeks dolar mencapai satu bulan rendah setelah pengumuman Fed. EURUSD naik 0,29 persen pada 1.0765. GBPUSD naik 0.56 persen pada 1.2358. USDJPY turun 0,06 persen pada 113.30. Dollar AS diperkirakan lanjutkan pelemahan hingga sore nanti. Namun jika malam nanti data produksi industry dan Michigan consumer sentiment meningkat, akan menguatkan dollar AS..

Dari pasar modal Indonesia, pada penutupan perdagangan Kamis sore (16/03), Indeks Harga Saham Gabungan berakhir menembus level 5500, naik signifikan 1,58 persen pada 5518,24. Pergerakan mantap IHSG terdukung kenaikan bursa Asia dan mata uang Rupiah. Sentimen negative hari ini datang dari pelemahan dollar AS yang dapat menguatkan Rupiah. Namun melemahnya bursa Wall Street dan harga minyak mentah perlu diwaspadai. Secara teknikal  pergerakan   IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5410-5445 dan resisten  5525-5500.  Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini:  ASRI, KLBF, LPPF dan CPIN.

Hari ini pasar akan mencermati Data perdagangan Februari Singapura, Neraca perdagangan Januari zona Eropa, Produksi Industri Februari, Michigan Conusmer Sentiment Maret AS.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY