Dollar AS dan Wall Street Akhir Pekan Lemah, Komoditas Menguat

262

Bursa saham AS ditutup sebagian besar rendah pada akhir perdagangan Sabtu dinihari (19/03), terseret oleh penurunan saham keuangan dan kesehatan. Dow Jones turun 0,10% di 20,914.98 dengan penurunan tertinggi saham Goldman Sachs, SP500 turun 0,13% ke 2378,25 dengan sektor keuangan memimpin empat sektor yang lebih rendah serta Nasdaq naik 0,00% ke 5,901.00.

Perdagangan bursa saham Asia pagi ini dibuka jatuh pengaruh investor mempertimbangkan hasil dari pertemuan menteri keuangan G20 di Jerman pada akhir pekan kemarin, ASX 200 turun 0,29% ke 5782,80 serta Kospi turun 0,48% ke 2.154,09. Pasar Jepang libur hari ini.

Dari pasar komoditas, harga emas naik 0,26% menjadi USD 1,229.56 per ons pada akhir perdagangan Sabtu dinihari (18/03) dan berada di jalur untuk kenaikan mingguan pertama sejak Februari karena dolar AS mencapai level terendah lima minggu menyusul sikap hati-hati Federal Reserve AS pada kebijakan suku bunga. Harga minyak naik tipis 0,1% menjadi USD 48,78 per barel pada akhir perdagangan akhir pekan, Sabtu dinihari (18/03), dan menyelesaikan minggu ini dengan kenaikan moderat setelah kehilangan hampir 10 persen pekan sebelumnya di tengah kekhawatiran bahwa pemotongan produksi OPEC gagal untuk mengurangi kelebihan pasokan global.

Dari pasar valas, Dolar AS sedikit bergerak naik terhadap sekeranjang mata uang lainnya pasca kenaikan suku bunga The Fed pada akhir pekan lalu setelah menyentuh level terendah lima. EURUSD turun 0,25% ke  level 1.07374. GBPUSD naik 0,29% ke level 1.23948. USDJPY turun 0,57% ke level 112.662.

Dari pasar modal Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan hari Jumat (17/3) naik 0,4% ke posisi 5540,43 merupakan rekor sepanjang masa yang menembus level 5500, pengaruh banyak modal investor asing yang kembali cetak net buy paling besar sepanjang tahun 2017. Sentimen negatif datang dari lemahnya perdagangan bursa saham AS namun dibatasi oleh rebound harga minyak mentah posisi penguatan rupiah terhadap dollar AS yang diperkirakan kuat. IHSG diperkirakan akan berada di kisaran support 5454-5487 dan kisaran resistance 5575-5590. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini : BBTN, INCO, SMRA dan WSKT.

Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY