Pasar Saham dan Komoditas Mixed, Poundsterling Tergelincir

284

Bursa saham AS ditutup mixed pada akhir perdagangan Selasa dinihari (21/03), dengan investor mencerna komentar campuran pejabat Fed dan pelemahan minyak mentah. Indeks Dow Jones turun 0,04 persen, menjadi ditutup pada 20,905.86, dengan penurunan tertinggi saham Home Depot. Indeks S & P 500 turun 0,2 persen, menjadi berakhir pada 2,373.47, dengan sektor keuangan memimpin tujuh sektor yang lebih rendah. Indeks Nasdaq naik 0,01 persen, menjadi ditutup pada 5,901.53 dan mencapai rekor tertinggi intraday.

Bursa Asia bergerak mixed pagi ini mengikuti bursa Wall Street. Terpantau Indeks Nikkei turun 0,72 % pada 19.381,18. Indeks ASX 200 turun 0,14 % pada 5.770,70. Indeks Kospi naik 0,79 persen pada 2.174,07.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS pada akhir perdagangan Selasa dinihari (21/03) merosot 1,1 persen di 48,22 dollar per barel, terganjal kekhawatiran tentang pertumbuhan produksi dan persediaan minyak AS yang tinggi meskipun OPEC mendukung memperpanjang kontrak enam bulan untuk memangkas produksi. Harga minyak mentah akan bergerak naik jika rencana perpanjangan pemotongan produksi untuk paruh kedua 2017 memberikan sentimen positif melebihi kekuatiran peningkatan produksi AS.

Sedangkan harga emas spot LLG pada akhir perdagangan Selasa dinihari (21/03) sempat menyentuh tertinggi 2 minggu dan berakhir naik 0,41 persen pada 1,233.38 dollar per troy ons karena karena dolar AS sempat merosot ke terendah enam minggu. Harga emas berpotensi turun jika pelemahan dollar AS berlanjut.

Dari pasar valas, poundsterling tergelincir terhadap dolar AS setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May mengumumkan negara itu akan melaksanakan Pasal 50 untuk keluar dari Uni Eropa pada 29 Maret. EURUSD naik 0,02 persen pada 1.0739. GBPUSD turun 0.31 % pada 1.2356.  USDJPY turun 0,10 persen pada 112.54.  Dollar AS diperkirakan akan mencermati pernyataan pejabat Fed yang jika optimis akan menguatkan dollar AS.

Dari pasar modal Indonesia, pada penutupan perdagangan Senin sore (20/03), Indeks Harga Saham Gabungan berakhir turun 0,12 persen pada 5533,99. Pelemahan IHSG terganjal aksi profit taking investor lokal. Sentimen negatif hari ini akan datang dari lemahnya bursa Wall Street dan harga minyak mentah, namun dibatasi prospek penguatan Rupiah terhadap dollar AS.  Secara teknikal  pergerakan   IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5475-5500 dan resisten  5575-5590.  Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini:  SSMS, PTPP, TLKM dan ICBP.

Hari ini pasar akan mencermati House Price Index, Risalah pertemuan RBA Australia, Inflation Rate Februari Hong Kong, Inflation Rate Februari Inggris, Pidato beberapa pejabat The Fed, Current Account Q4 AS.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here