Wall Street dan Dollar AS Melemah, Emas Kuat Jelang Paskah

189

Bursa saham AS ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan Kamis dinihari (13/04), setelah Dolar AS mencapai sesi rendah terpicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa mata uang “terlalu kuat.” Indeks Dow Jones ditutup turun 0,29 persen, di 20,591.86, dengan penurunan tertinggi saham Caterpillar. Indeks S & P 500 turun 0,38 persen, menjadi ditutup pada 2,344.93, dengan industrials memimpin tujuh sektor yang lebih rendah. Indeks Nasdaq turun 0,52 persen, menjadi berakhir pada 5,836.16.

Bursa Asia bergerak mixed pagi ini. Terpantau Indeks Nikkei merosot 1,09 % pada 18.351,01 terpicu penguatan Yen. Indeks ASX 200 turun 0,67 % pada 5894,10 tertekan pelemahan sektor bahan dan energi. Indeks Kospi naik 0,09 persen pada 2.130,73.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah berjangka AS turun 0,54 persen di 53,11 dollar per barel pada akhir perdagangan Kamis dinihari (13/04), setelah data persediaan minyak mentah di Cushing Oklahoma menunjukkan bahwa pasokan masih banyak. Harga minyak mentah berpotensi lemah terpicu peningkatan persediaan di Cushing Oklahoma. Namun berpotensi naik jika pelemahan dollar AS terus berlanjut.

Sedangkan harga emas spot LLG pada akhir perdagangan Kamis dinihari (13/04) berakhir naik 0,93 persen pada 1,282.85 dollar per troy ons, karena ketegangan politik meningkat, memperkuat minat investor di safe havens seperti logam mulia. Harga emas berpotensi naik jika pelemahan dollar AS berlanjut dan meningkatnya permintaan jelang paskah.

Dari pasar valas, Dolar AS berakhir datar pada Kamis dinihari (13/04). EURUSD naik 0,56 persen pada 1.0663. GBPUSD naik 0.37 % pada 1.2536. USDJPY turun 0,55 persen pada 109.01.  Dollar AS pagi ini merosot setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan mata uang dollar AS terlalu kuat sekarang ini.

Dari pasar modal Indonesia, Pada penutupan perdagangan Rabu sore (12/04), Indeks Harga Saham Gabungan berakhir naik 0,29 persen pada 5644,16. Penguatan IHSG terpicu aksi bargain hunting investor asing. Sentimen positif hari ini akan datang dari melemahnya dollar AS pagi ini yang berpotensi menguatkan mata uang Rupiah. IHSG  untuk perdagangan selanjutnya, diperkirakan akan ada di kisaran support 5610-5625 dan resisten  5660-5690.  Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini:  AKRA, BMRI, TLKM dan CPIN.

Hari ini pasar akan mencermati GDP Growth Rate Q1 Singapura, Unemployment Rate Maret Australia, Interest Rate Decision Korea Selatan, Data perdagangan Maret Tiongkok, Inflation Rate Maret Jerman, Jobless Claim, Michigan Consumer Sentiment April AS.

Editor : Jul Allens

LEAVE A REPLY