Ketegangan AS-Korea Utara Menekan Pasar Asia

500

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada hari Kamis (27/04) sebuah konflik besar dengan Korea Utara dalam kebuntuan mengenai program nuklir dan rudalnya, namun Trump lebih memilih hasil diplomatik terhadap perselisihan tersebut sekalipun sangat sulit, demikian isi wawancara yang dilansir Reuters.

Trump juga mengatakan dia ingin Korea Selatan membayar biaya sistem pertahanan rudal anti rudal AS THAAD, yang diperkirakan mencapai $ 1 miliar, dan prioritas untuk menegosiasi ulang atau menghentikan pakta perdagangan bebas AS dengan Korea Selatan karena defisit perdagangan yang dalam dengan Seoul.

Trump mengatakan Korea Utara adalah tantangan global terbesarnya. Dia memberikan pujian pada Presiden Tiongkok Xi Jinping atas bantuan Tiongkok dalam usaha pengendalian Pyongyang. Kedua pemimpin ini bertemu di Florida akhir bulan ini.

Trump berbicara hanya sehari setelah Trump dan penasihat keamanan nasionalnya memberi penjelasan kepada anggota parlemen A.S. mengenai ancaman Korut dan satu hari sebelum Menteri Luar Negeri Rex Tillerson akan menekan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memberikan saran lebih lanjut untuk mengisolasi Pyongyang melalui program nuklir dan misilnya.

Pemerintahan Trump pada hari Rabu mengumumkan bahwa Korea Utara sebagai ancaman keamanan nasional yang mendesak dan prioritas kebijakan luar negeri utama. Dikatakan bahwa pihaknya berfokus pada tekanan ekonomi dan diplomatik, termasuk kerja sama Tiongkok dalam menangani tetangga dan sekutu yang menantang, dan tetap terbuka untuk negosiasi.

Pejabat A.S. mengatakan serangan militer tetap menjadi pilihan namun mengecilkan prospek, meskipun pemerintah telah mengirim sebuah kapal induk dan sebuah kapal selam bertenaga nuklir ke wilayah tersebut dalam sebuah demonstrasi.

Pernyataan Trump terkait Korea Utara ini menjadi kekuatiran ketegangan politik yang dapat menekan pasar global, khususnya di Semenanjung Korea, dan bisa berpengaruh di kawasan Asia lainnya.

Bursa Asia yang seharusnya memperoleh sentimen positif dari penguatan bursa Wall Street, mejadi bergerak lemah terpicu kekuatiran ketegangan geopolitik di Semenanjung Korea.

Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center 
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here