Sri Mulyani : Kebijakan Fiskal Ekspansif Untuk Mendorong Ekonomi Indonesia

898

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa untuk menghadapi tekanan pelemahan global sejak tahun 2014, pemerintah mengambil kebijakan fiskal ekspansif sebagai stimulus untuk mendorong ekonomi serta melindungi masyarakat Indonesia.

Sri Mulyani menegaskan bahwa peran pemerintah sangat penting dalam menyelesaikan permasalahan ekonomi dalam negeri. “Ketimpangan antara si miskin dan si kaya membutuhkan peran pemerintah untuk meningkatkan belanja sosial, yang tujuannya untuk melindungi kelompok termiskin agar tidak makin tertinggal,” demikian pernyataan Sri Mulyani, seperti yang dilansir dalam situs Sekretariat Kabinet, Jumat (07/07).

Adapun rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih berada di bawah 30 persen dan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada kisaran 2,5 persen. Angka ini menurutnya jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan negara G20 lainnya.

Melalui akun instagram Sri Mulyani smindrawati yang diposting beberapa waktu lalu, dinyatakan “Dengan defisit di kisaran 2,5 persen Indonesia mampu tumbuh ekonominya di atas 5 persen, artinya stimulus fiskal mampu meningkatkan perekonomian sehingga utang tersebut menghasilkan kegiatan produktif. Dengan kata lain, Indonesia tetap mengelola utang secara prudent (hati-hati),”

Sri Mulyani Indrawati yang kini tengah berada di Hamburg, Jerman, untuk mendampingi Presiden Jokowi menghadiri KTT G20 itu, menyatakan penduduk Indonesia dengan demografi muda memerlukan investasi pendidikan dan kesehatan yang besar.

Untuk itu, APBN akan terus ditujukan untuk dapat mencukupi belanja pendidikan dan kesehatan yang cukup besar ini, agar SDM Indonesia tidak tertinggal dari bangsa lain.

Menkeu juga menegaskan, pemerintah akan terus menjaga kebijakan fiskal dan defisit anggaran sesuai aturan perundangan dan dilakukan secara hati-hati dan profesional, sehingga Indonesia dapat terus maju dan sejahtera, namun tetap terjaga risiko keuangan dan utangnya.

Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center 
Editor: Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here