Dollar AS Ambruk ke Posisi Terburuk 10 Bulan Akibat Data Inflasi

659

Jelang akhir perdagangan forex pekan ini pada sesi Amerika hari Jumat (14/7), beberapa data ekonomi AS dirilis mengecewakan yang membuat dollar anjlok parah hingga terjun ke posisi terburuk dalam 10 bulan. Rilis data ekonomi yang paling menekan dollar yaitu data inflasi negeri bulan Juni, dimana data tersebut lebih rendah dari ekspektasi dan posisi periode sebelumnya.

Selain data inflasi, terdapat juga data retail sales yang masih kontraksi dan dibawah ekspektasi. Kemudian tertekan kembali oleh rilis data prelim sentimen konsumen UoM yang datanya jauh dibawah ekspektasi dan periode sebelumnya. Namun untuk data produksi industri bulan Juni dirilis lebih tinggi dari periode sebelumnya dan juga ekspektasi.

Terhadap semua rival utamanya, terpantau bergerak bullish di sesi Amerika  hari ini bahkan ada yang mencetak rekor tinggi seperti poundsterling dan juga aussie dollar. Kedua mata uang tersebut berhasil mencetak rekor tinggi 10 bulan lebih, sedangkan rival lainnya hanya menunjukkan peningkatan tipis.  Lemahnya fundamental dollar diatas membuat akhir perdagangan pekan ini alami pukulan kuat.

Indeks dollar yang menunjukkan kekuatan dollar AS terhadap banyak rival utamanya di tengah perdagangan forex sesi Amerika turun di 95.18, setelah awal perdagangan dibuka pada posisi 95.77 dan sempat menyentuh posisi tertinggi di kisaran 95.83.

Joel/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here