Market Outlook July 24-28, 2017

309

Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia terpantau masih terkoreksi oleh aksi profit taking investor asing dengan penurunan terbesar pada sektor aneka industri, sehingga secara mingguan bursa ditutup melemah ke level 5,765.42.

Untuk minggu berikutnya (24-28 Juli) IHSG nampaknya masih dalam konsolidasi dengan mengacu kepada sentimen bursa kawasan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 5910 dan 5970, sedangkan support di level 5720 dan kemudian 5668.

Mata uang rupiah seminggu lalu terlihat variatif dan berakhir sekitar level minggu lalu dengan pelemahan mata uang dollar secara global, di mana secara mingguan rupiah stabil seputar level 13,315. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,438 dan 13,485, sementara support di level 13,278 dan 13,261.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Dari kawasan Amerika:berupa rilis data CB Consumer Confidence pada Selasa malam; disambung dengan rilis Crude Oil Inventories pada Rabu malam; berikutnya pengumuman Federal Funds Rate pada Kamis dini hari yang diperkirakan bertahan di level 1.25%; kenmudian data tenaga kerja Unemployment Claims dan Core Durable Goods Orders m/m pada Kamis malam; ditutup dengan Advance GDP q/q pada Jumat malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data Prelim GDP q/q pada Rabu sore.
  • Dari kawasan Asia Australia:berupa rilis data inflasi CPI q/q Australia pada Rabu pagi.

Pasar Forex
Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar melemah mendekati posisi tiga bulan terendahnya oleh situasi gojang-ganjing politik di Amerika yang menguatirkan kelangsungan stabilitas pemerintahan US, di mana secara mingguan index dollar AS merosot ke level 93.95.

EURUSD, pekan lalu terpantau menguat ke level 1.1667. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1715 dan kemudian 1.1817, sementara support pada 1.1369 dan 1.1117.

GBPUSD,  minggu lalu terlihat terkoreksi terbatas ke level 1.2994 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3124 dan kemudian 1.3347, sedangkan support pada 1.2810 dan 1.2634.

USDJPY,  minggu lalu berakhir melemah level 111.06. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 113.12 dan 114.48, serta support pada 109.10 serta level 108.12.

AUDUSD, aussie dollar terpantau menanjak ke level 0.7911 Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7988 dan 0.8052, sementara support level di 0.7518 dan 0.7372.

Bursa Saham
Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum mixed sementara kelompok saham China menguat oleh stabilnya pertumbuhan ekonomi China. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau melemah ke level 19980. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 20245 dan 20680, sementara support pada level 19285 dan lalu 18840. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 26706. Minggu ini akan berada antara level resistance di 27470 dan 27855, sementara support di 25200 dan 23723.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau melemah oleh jatuhnya saham General Electric dan harga minyak setelah sebelumnya Dow sempat mencetak rekor baru. Dow Jones Industrial secara mingguan melemah ke level 21471.19, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 21680 dan 21750, sementara support di level 21185 dan 20893. Index S&P 500 minggu lalu melemah ke level 2436.44, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2476 dan 2525, sementara support pada level 2376 dan 2347.

Pasar Emas
Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau kembali menmguat oleh penurunan dollar, sehingga berakhir dalam harga emas dunia yang menguat terbatas ke level $1254.20 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1295 dan berikut $1337, serta support pada $1204 dan $1195. Di Indonesia, harga emas terpantau menguat ke level Rp537,244.

Seorang investor ketika memilih instrumen investasinya dan kemudian masuk ke pasar tentunya berharap akan memperoleh profit dari keputusan investasinya tersebut. Harapan. Itu sesuatu yang begitu memengaruhi pandangan investor. Harapan yang diwarnai oleh ekspektasi. Kalau Anda ingin kenal pasar –memang sangat sulit untuk mengenalnya—harus tahu seperti apa ekspektasi pasar hari-hari ini. Vibiznews.com telah siap sejak lama ingin memperkenalkan Anda kepada pasar, karena kami ada sebagai partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

alfred

By Alfred Pakasi ,

CEO Vibiz Consulting
Vibiz Consulting Group

 

 

 

Editor: Jul Allens

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here