IHSG Akhir Pekan Merosot Tertekan Pelemahan Bursa Global

698

Pada penutupan perdagangan Jumat sore (11/08), Indeks Harga Saham Gabungan berakhir merosot 1,03 persen, pada 5766,14. Sedangkan indeks LQ 45 berakhir turun 1,23 persen pada 955,96. Pelemahan IHSG terganjal pelemahan bursa global.

Bursa global melemah. Sore ini semua indeks utama kawasan Asia berakhir di zona merah. Demikian juga bursa Eropa terpantau bergerak negatif. Sedangkan bursa Wall Street semalam juga berakhir merosot. Pelemahan bursa global masih tertekan ketegangan geopolitik AS-Korea Utara.

Sore ini IHSG berakhir dengan 100 saham menguat, 263 saham melemah dan 106 saham stagnan. Transaksi saham terjadi sebanyak 81,48 juta saham dengan nilai nominal Rp.6,18 triliun, dengan frekuensi sebanyak 306,156 kali.

Sore ini IHSG tertekan oleh 9 sektor yang negatif, dengan pelemahan tertinggi sektor Aneka Industri yang anjlok 2,02 persen.

Sore ini terjadi aksi profit taking investor asing. Terpantau dana asing yang keluar pasar modal mencapai net Rp 1,15 triliun.

Malam nanti akan dirilis data inflasi AS Juli yang diindikasikan meningkat. Jika terealisir akan menguatkan bursa Wall Street.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya IHSG akan bergerak positif jika bursa Wall Street menguat. Namun jika ketegangan geopolitik AS-Korea Utara terus terjadi, dapat menjadi sentimen negatif. Secara teknikal IHSG akan bergerak dalam kisaran Support 5746-5726, dan kisaran Resistance 5786-5806.

Doni/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center 
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here