Ketegangan Geopolitik Gerakkan Pasar Regional, Data Ekonomi Tiongkok Ditunggu

918

Saham turun, sementara emas dan yen naik karena ketegangan geopolitik meningkat lagi, saat presiden A.S. Donald Trump menimbang sanksi ekonomi baru yang ditujukan kepada Tiongkok beberapa hari setelah sebuah uji coba nuklir hari Minggu oleh Korea Utara.Saham turun, sementara emas dan yen naik karena ketegangan geopolitik meningkat lagi, saat presiden A.S. Donald Trump menimbang sanksi ekonomi baru yang ditujukan kepada Tiongkok beberapa hari setelah sebuah uji coba nuklir hari Minggu oleh Korea Utara.

Gedung Putih memperingatkan setiap negara yang melakukan bisnis dengan rezim Kim Jong Un akan diancam dengan sanksi ekonomi dan embargo perdagangan, dan menteri pertahanannya mengatakan AS memiliki “banyak pilihan militer.” Korea Utara mengatakan pada hari Minggu bahwa pihaknya telah berhasil menguji sebuah bom hidrogen dengan “kekuatan besar yang belum pernah sebelumnya. ” Dan uji coba ini adalah yang pertama sejak Trump menjabat, merupakan rintangan baru bagi pasar saham di Korea Selatan.

Sejumlah besar data ekonomi Tiongkok  dijadwalkan akan keluar minggu ini. Angka-angka perdagangan diantisipasi untuk menunjukkan pertumbuhan ekspor yang solid, sementara cadangan devisa mungkin terus meningkat ditengah-tengah  kontrol modal yang lebih ketat, pertumbuhan yang kuat dan yuan yang lebih kuat. Data harga konsumen dan produsen juga akan keluar.Di Jepang, PDB kuartal kedua, akan menurun.

Bank Sentral Eropa akan bertemu pada hari Kamis. Presiden Mario Draghi akan mengungkapkan kekhawatiran atas kekuatan euro saat ECB bertemu minggu ini, namun tidak akan banyak bercerita tentang masa depan program pembelian asetnya.

Beberapa pejabat Federal Reserve berbicara minggu ini, termasuk anggota Dewan Gubernur Lael Brainard, Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari, Presiden Fed Dallas Robert Kaplan dan Presiden Fed New York Bill Dudley, yang semuanya telah menyatakan keraguan tentang perlunya kenaikan suku bunga di waktu dekat ini. Presiden Fed Cleveland Loretta Mester, yang telah memperdebatkan langkah pengetatan bertahap meski mendapat inflasi hangat, juga akan berbicara.Pasar A.S. ditutup pada hari Senin.

Indeks Topix Jepang berakhir 1 persen lebih rendah, sementara indeks Kospi Korea Selatan kehilangan 1,2 persen dan Indeks S & P / ASX 200 di Sydney turun 0,4 persen.Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 1 persen.Indeks naik di Tiongkok. Pengukur utama Filipina melonjak 1 persen.MSCI Asia Pacific Index turun 0,6 persen, bersiap untuk penurunan terburuk sejak 11 Agustus.

Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,4 persen pada pukul 8:36 pagi di London.Indeks FTSE 100 dari Inggris turun 0,1 persen.Indeks DAX Jerman merosot 0,5 persen.Indeks MSCI All-Country World turun 0,2 persen, penurunan terbesar dalam lebih dari dua minggu.

Mata uang

Indeks Spot Bloomberg Dollar turun 0,1 persen.Euro naik 0,3 persen menjadi $ 1,189.Pound Inggris turun 0,1 persen menjadi $ 1,2943.Yen Jepang melonjak 0,7 persen menjadi 109,51 per dolar, kenaikan terbesar dalam lebih dari tiga minggu.

Obligasi

Imbal hasil obligasi untuk jangka waktu 10 tahun di Jerman turun satu basis poin menjadi 0,37 persen  sementara di Inggris, obligasi dengan jangka waktu yang sama, turun satu basis poin menjadi 1,05 persen.

Selasti Panjaitan/ VMN/VBN/ Senior Analyst Stocks-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here