Preferensi Investor Global Kembali ke Aset Berisiko, Emas Rupiah Balik ke Rp560’an Ribu

1669

(Vibiznews – Commodity) – Harga emas dunia terpantau melorot ke posisi terendahnya dalam seminggu terakhir ini sejalan dengan kembalinya preferensi investor terhadap aset-aset berisiko seperti saham di bursa global.

Hari ini sejumlah bursa saham Asia terlihat mencapai posisi puncaknya beberapa tahun terakhir, dengan investor sedikit lega dari kekuatiran sebelumnya terhadap ancaman test nuklir Korea Utara serta dengan tidak terjadinya prediksi skenario terburuk atas badai Irma di Amerika. Berkurangnya potensi risiko menyebabkan pilihan emas sebagai aset safe-haven dikurangi dalam portfolio investor global, sekaligus untuk menarik profit setelah emas sempat bertengger di puncak tertinggi setahunnya (12/9).

Harga spot emas berada di level $1326,15 per ounce sore ini, sementara dalam rupiah harga emas tergerus balik ke level Rp563.269 per gramnya, setelah sempat menembus Rp570.000’an pada minggu lalu.

Badai Irma sebelumnya dinyatakan sebagai badai lautan Atlantik yang paling kuat dalam sejarahnya. Kategorinya dari 5 (maksimum) kemudian turun menjadi di bawah 1, sebagai badai tropis, setelah memasuki kawasan Semenanjung Florida, Amerika Serikat.

Di tempat lain, kekuatiran pasar terhadap Korea Utara mereda setelah negara tersebut merayakan hari besar founder negeri tidak dengan melakukan percobaan nuklir lagi.

Bursa-bursa di Asia hari ini dalam bias positif. Sementara IHSG masih berkonsolidasi di sekitar level 5865 – 5870 menjelang penutupan pasar, dan tetap berpeluang untuk menguat di minggu ini.

Analis Vibiznews menilai bahwa harga spot emas wajar terkoreksi menuju $1300 setelah rally panjang sebelum ini, namun bisa rebound sewaktu-waktu ketika ancaman risiko meningkat. Korea Utara tetap merupakan titik potensi risiko geopolitik yang dapat menggerakkan pasar, sedangkan di Amerika sehabis badai Irma, ada badai Jose yang mungkin menyusul. Investor perlu mencermati pergerakan pasar secara cermat untuk keuntungan optimum portfolio investasinya.

 

Editor: J. John

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here