Market Outlook, 25-29 September 2017

395

(Vibiznews – Editor’s Note) – Minggu lalu bursa pasar modal di Indonesia terpantau menguat sejalan juga dengan pergerakan bursa kawasan serta adanya kesepakatan pembiayaan dengan China sebagai skema pembiayaan infrastruktur non anggaran (PINA), sehingga secara mingguan bursa ditutup menguat ke level 5,911.17. Untuk minggu berikutnya (25-29 September) IHSG nampaknya akan lebih menyesuaikan diri pada pergerakan bursa kawasan dengan -antara lain- memperhatikan situasi geopolitik Korea. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di posisi 5928 dan 5970, sedangkan support di level 5831 dan kemudian 5774.

Mata uang rupiah seminggu lalu terlihat dalam tekanan sementara mata uang dollar secara global sedang berupaya rebound, di mana secara mingguan rupiah melemah ke level 13,310. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 13,340 dan 13,377, sementara support di level 13,232 dan 13,185.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting. Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:

  • Darikawasan Amerika: berupa rilis data CB Consumer Confidence pada Selasa malam; disambung dengan rilis Core Durable Goods Orders m/m dan Crude Oil Inventories pada Rabu malam; berikutnya data Unemployment Claims dan Final GDP q/q pada Kamis malam.
  • Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data German Prelim CPI m/m pada Kamis sore; selanjutnya rilis Current Account Inggris pada Jumat sore.
  • Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis pengumuman RBNZ Rate Statement (Selandia Baru) pada Kamis subuh yang diperkirakan bertahan di level 1.75%.

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar terpantau agak menguat dengan pound sterling yang melemah setelah Moody’s menurunkan peringkat utang Inggris dari AA1 ke AA2, di mana secara mingguan index dollar AS menguat tipis ke level 92.16. Sementara itu, pekan lalu euro dollar terpantau stabil seputar level 1.1943. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.2091 dan kemudian 1.2570, sementara support pada 1.1822 dan 1.1661.

Poundsterling minggu lalu terlihat agak terkoreksi ke level 1.3523 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.4043 dan kemudian 1.5018, sedangkan support pada 1.3150 dan 1.2851. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 112.02. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 112.70 dan 113.12, serta support pada 109.54 serta level 107.30. Sementara itu, Aussie dollar terpantau menurun terbatas ke level 0.7962 Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.8124 dan 0.8163, sementara support level di 0.7870 dan 0.7571.

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum menguat terdorong oleh kenaikan bursa dari Wall Street namun tergerus di akhir pekan ketika tensi geopolitik dari Korea Utara menanjak lagi. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau menguat ke level 20200. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 20370 dan 20940, sementara support pada level 19640 dan lalu 18855. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 27880. Minggu ini akan berada antara level resistance di 28428 dan 28524, sementara support di 27514 dan 26863.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau mencatat penguatan mingguan dengan Dow sempat mencetak rekor intraday walaupun saham Apple sedang tergelincir. Dow Jones Industrial secara mingguan menguat ke level 22288.79, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 22411 dan 22520, sementara support di level 22022 dan 21695. Index S&P 500 minggu lalu menguat tipis ke level 2467.00, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2508 dan 2550, sementara support pada level 2429 dan 2396.

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau masih terkoreksi secara mingguan namun menanjak di akhir pekan setelah muncul ancaman dari Korea Utara untuk menguji rudal kembali ke Samudera Pasifik, sehingga berakhir dalam harga emas dunia yang melemah ke level $1296.95 per troy ounce. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1334 dan berikut $1357, serta support pada $1288 dan $1274. Di Indonesia, harga emas terpantau melemah ke level Rp554,263 per gram.

 

Seorang investor ketika memilih instrumen investasinya dan kemudian masuk ke pasar tentunya berharap akan memperoleh profit dari keputusan investasinya tersebut. Harapan. Itu sesuatu yang begitu memengaruhi pandangan investor. Harapan yang diwarnai oleh ekspektasi dan tidak jarang disertai analisis yang bias. Kalau Anda ingin kenal pasar –memang sangat sulit untuk mengenalnya—harus tahu seperti apa ekspektasi pasar hari-hari ini. Vibiznews.com telah siap sejak lama ingin memperkenalkan Anda kepada pasar secara lebih dalam, karena kami ada sebagai partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Analis: Alfred Pakasi

Editor: J. John

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here