IHSG Naik Tipis Ditahan Aksi Ambil Untung Investor Asing

284

(Vibiznews – IDX) – Pada perdagangan bursa saham hari ini, terpantau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak naik tipis dibandingkan penutupan pasar sebelumnya. Dibuka pada level lebih tinggi akhirnya IHSG menutup perdagangan akhir pekan ini ke posisi 5.905 (6/10). Bursa masih dibayang-bayangi aksi ambil untung terutama investor asing, melanjutkan setimen kemarin, setelah sempat beberapa kali mencetak rekor sebelum ini.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini kembali melemah. Dollar AS berada di posisi Rp 13.516 dibandingkan posisi penutupan perdagangan kemarinnya di Rp 13.455.

Dibandingkan penutupan pasar kemarin, tercatat hari ini IHSG naik tipis 3,47 poin (0,06%) ke 5.905,38. Indeks LQ45 naik 1,82 poin (0,19%) ke 984,68. Posisi paling tinggi IHSG siang ini berada di 5.922,75 dan terendah di 5.894,24. Laju tipis IHSG ini dipicu oleh aksi jual investor asing yang mencatat nilai jual bersih Rp 1,2 triliun.

Pergerakan IHSG diwarnai dengan pelemahan 6 sektor saham. Sektor perdagangan melemah paling dalam sebesar 0,35%. Sebanyak 149 saham menguat, 168 saham melemah dan 119 stagnan. Perdagangan termasuk moderat dengan transaksi sebanyak 6,5 miliar lembar saham senilai Rp 6,6 triliun.

Hari ini, IHSG diwarnai juga dengan transaksi jual beli saham PT Bayan Reources (BYAN) dalam jumlah besar senilai Rp 1,2 triliun dengan perantara perdagangan saham yang berada di posisi jual adalah CIMB Sekuritas Indonesia.

Bursa-bursa Asia bergerak menguat pada hari ini, baik Nikkei, Hang Seng, Strait Times, semuanya antara 0,3-0,9 persen. Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGR), United Tractors (UNTR), Semen Indonesia (SMGR), dan Bukit Asam (PTBA).

Analis Vibiznews melihat bahwa bursa cukup fluktuatif terpengaruh sentimen positif dari penguatan bursa global, terutama Wall Street, dan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia, serta di sisi lain kesempatan untuk mengamankan keuntungan mengingat masih adanya risiko global dan regional yang membayang.

 

Analis: J. John

Editor: J. John

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here