Dolar AS Akhir Pekan Jatuh; Ketegangan AS-Korea Utara Muncul Lagi

580

Dolar A.S. jatuh pada akhir perdagangan akhir pekan Sabtu dinihari (07/10) terpengaruh laporan bahwa Korea Utara sedang mempersiapkan untuk menguji rudal jarak jauh, membalikkan kenaikan sebelumnya setelah laporan pekerjaan pemerintah untuk bulan September menunjukkan kenaikan upah yang tidak terduga.

Kantor berita RIA mengutip seorang anggota parlemen Rusia yang membuat komentar mengenai uji coba rudal tersebut, yang menurut Korea Utara dapat mencapai Pantai Barat A.S.

Dolar sebelumnya naik ke level tertinggi lebih dari dua bulan terhadap yen dan tujuh minggu tertinggi terhadap euro karena data upah dari laporan pasar tenaga kerja bulan September terlihat sebagai tanda kenaikan inflasi.

Rata-rata pendapatan per jam meningkat 12 sen atau 0,5 persen pada September setelah naik 0,2 persen pada Agustus. Kenaikan tersebut terjadi karena nonfarm payrolls turun sebanyak 33.000 pekerjaan bulan lalu setelah Badai Harvey dan Irma meninggalkan pekerja sementara yang kehilangan pekerjaan sementara dan menunda perekrutan.

Dollar AS melonjak setinggi 113,43 yen, level tertinggi sejak 14 Juli, sebelum jatuh ke 112,67. Euro jatuh ke $ 1,1670, level terendah sejak 17 Agustus, sebelum naik kembali ke $ 1,1729.

Inflasi yang tertekan telah menjadi momok bagi Federal Reserve, yang telah bingung mengapa tekanan harga tetap rendah meski pasar kerja membaik.

Peningkatan upah tersebut mendorong harapan yang tinggi bahwa bank sentral A.S. akan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan Desember, dan kenaikan lebih lanjut di tahun 2018 kemungkinan besar terjadi.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pergerakan dolar AS akan mencermati ketegangan AS-Korea Utara, yang jika terus meruncing, akan menekan dollar AS.

Asido Situmorang/VMN/VBN/Editor & Senior Analyst Vibiz Research Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here