Bursa Asia Dibuka Menguat, Atasi Penurunan Wall Street, Kospi Naik 1,4 Persen

230

(Vibiznews – Index) – Saham Asia menguat pada hari Selasa, sedikit diatas penurunan di Wall Street sementara ekspektasi kenaikan suku bunga A.S. tahun ini terus mendukung dolar.

Indeks MSCI terluas di Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,4 persen pada awal perdagangan.

Saham Korea menguat 1,4 persen pada hari pertama perdagangan mereka bulan ini, karena ekspektasi terus berlanjut atas ketegangan dengan Pyongyang yang akan mereda. Pasar Seoul ditutup minggu lalu dan pada hari Senin untuk hari libur.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan kepada Sekretaris Negara AS Rex Tillerson dalam sebuah telpon pada hari Senin bahwa eskalasi ketegangan di semenanjung Korea tidak dapat diterima.

Rusia dan China menyerukan pengekangan di Korea Utara pada hari Senin setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan akhir pekan bahwa “hanya satu hal yang akan berhasil” dalam menangani Pyongyang, mengisyaratkan bahwa tindakan militer ada di dalam pikirannya.

Indeks saham Nikkei Jepang 225 turun 0,1 persen pada awal perdagangan, karena pasar dibuka kembali setelah libur publik pada hari Senin.

Dolar stabil terhadap mata uang Jepang yaitu berada di 112,67 yen per dolar, dimana pada hari Jumat, telah meningkat setinggi 113,44 yen, level tertinggi sejak 14 Juli.

Indeks dolar, yang mengukur mata uangnya terhadap sekeranjang enam saingan utama, naik 0,1 persen menjadi 93,734, bergerak kembali ke puncak tertinggi hari Jumat di 94,267, ini adalah level tertingginya sejak 20 Juli, setelah data menunjukkan kenaikan pendapatan rata-rata A.S. per bulan yang lebih kuat dari perkiraan pada bulan September.

Euro stabil di $ 1,1740, setelah mendapat kenaikan pada Senin dari data yang menunjukkan output industri Jerman mencatat kenaikan bulanan terbesar dalam lebih dari enam tahun di bulan Agustus.

Faktor yang juga mengangkat euro adalah komentar dari anggota Dewan Eksekutif Bank Sentral Eropa, yang meminta bank sentral untuk mengurangi pembelian asetnya tahun depan. ECB akan memutuskan pada 26 Oktober apakah akan melanjutkan pembelian obligasinya nanti di tahun 2018.

Harga minyak mentah naik tipis, didukung oleh komentar OPEC yang menandakan kemungkinan tindakan lanjutan untuk mengembalikan keseimbangan pasar dalam jangka panjang. Namun, keuntungan terlihat terbatas karena platform produksi minyak di Teluk Meksiko mulai kembali beroperasi setelah badai A.S. yang memaksa penutupan lebih dari 90 persen output minyak mentah di wilayah tersebut.
Minyak mentah Brent LCOc1 naik tipis menjadi 2 sen menjadi $ 55,81 per barel. CLc1 mentah A.S. menambahkan 7 sen menjadi $ 49,65.

sumber : reuters
Selasti Panjaitan/VMN/VBN/Senior Analyst Stocks-Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here