Harga Minyak Mentah Brent Berada Di $56,60 Per Barel

194

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak stabil pada hari Rabu, dengan menahan minyak mentah A.S. di atas $ 50 per barel setelah naik 2 persen pada hari sebelumnya dengan tanda-tanda bahwa pasar secara bertahap diperketat setelah bertahun-tahun mengalami kelebihan pasokan.

Minyak mentah berjangka A.S. West Texas Intermediate (WTI) CLc1 diperdagangkan pada $ 50,96 per barel pada pukul 00:43 GMT, naik 4 sen dari harga terakhir dan telah naik sekitar 2 persen sehari sebelumnya.

Harga minyak mentah Brent LCOc1, yang dipakai sebagai patokan internasional untuk harga minyak, berada di $ 56,60, hampir tidak berubah dari harga penutupan terakhir. Brent juga naik 2 persen hari sebelumnya.

Pedagang mengatakan mereka akan melihat data persediaan bahan bakar A.S. yang akan dirilis pada hari Rabu dan Kamis untuk indikator arah harga. Secara keseluruhan, analis mengatakan kondisi jangka pendek semakin ketat.

Hari libur federal pada hari Senin telah menunda peluncuran data mingguan inventaris A.S. American Petroleum Institute (API) dijadwalkan untuk merilis data untuk minggu lalu pada 20:30 GMT pada hari Rabu, dan laporan Departemen Energi AS akan dirilis pada hari Kamis.

Dukungan harga juga berasal dari pertumbuhan ekonomi, yang menurut IMF pada akhir Selasa akan menjadi 3,6 persen secara global tahun ini dan 3,7 persen untuk tahun 2018.

Harga rata-rata Brent sampai saat ini berada di $ 52,7 per barel tahun ini. Pada akhir tahun, Barclays mengatakan bahwa diperkirakan Brent memiliki rata-rata sekitar $ 53 per barel.

Meskipun demikian, Barclays mengatakan bahwa minyak bisa turun lagi pada 2018, pada Q2 2018 Brent diperkirakan akan turun menjadi $ 48 per barel, sebagian besar berkat kenaikan output global.

Sebuah perjanjian antara Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lainnya termasuk Rusia untuk memotong produksi sebesar 1,8 juta barel per hari (bpd) yang tujuannya untuk menopang harga akan berakhir pada dan pada Maret 2018.

Namun diluar Negara-negara yang menandatangani pakta, produksi minyak mentah mereka naik seperti di Amerika Serikat, di mana produsen tidak berpartisipasi dalam janji untuk menahan pasokan, output meningkat sebesar 10 persen tahun ini menjadi lebih dari 9,5 juta bpd.

Arab Saudi memiliki jatah pemotongan produksi untuk bulan November nanti sebesar 560.000 barel per hari (bpd).
Pertumbuhan permintaan dunia akan minyak mentah untuk tahun 2017 ini diharapkan naik sebanyak 1,45 juta barel per hari (bpd) dan dapat terus berada di 1,4 juta barel per hari di tahun 2018.

source : berbagai sumber
Selasti Panjaitan/VMN/VBN/Senior Analyst Stocks-Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here