IHSG Melorot Kembali ke Level 5800’an, Digerus Aksi Jual Asing Rp 800 Miliar

1353

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan di bursa saham hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau amblas meninggalkan level 5.900 oleh maraknya aksi jual investor asing. Menutup perdagangan sore hari ini, IHSG berakhir di zona merah pada level 5.882,79, tergerus dengan aksi jual bersih investor asing sebesar Rp 800,971 miliar, yang mengambil kesempatan untuk ambil untung (11/10).

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sore ini stabil dibandingkan penutupan pasar kemarin, sekitar posisi Rp 13.515. Pasar cukup fluktuatif karena hari ini sempat bertengger dalam rentang harga antara Rp 13.490 – Rp 13.525.

Pada perdagangan bursa di sesi pertama IHSG terlihat sempat bergerak melorot tajam 44 poin (0,76%) ke 5.861,16. Sedangkan Indeks LQ45 melemah 10,7 poin (1,09%) ke 972,33. Di sesi kedua, IHSG rebound namun masih bergerak di zona merah. IHSG ditutup turun 22,97 poin (0,39%) ke 5.882,79. Indeks LQ45 turun 6,12 poin (0,62%) ke 976,95.

Posisi tertinggi IHSG terjadi di 5.906,135 dan terendah di 5.860,761. Perdagangan saham hari ini cenderung ramai dengan frekuensi perdagangan sebesar 276.719 kali transaksi sebanyak 7,0 miliar lembar saham senilai Rp 7,3 triliun.

Tergelincirnya IHSG dipicu oleh jatuhnya 7 sektor saham. Sektor infrastruktur jatuh paling dalam, sebesar 1,62%. Sebanyak 147 saham menguat, 185 saham melemah dan 112 saham stagnan. Asing mencatat jual bersih Rp 800,97 miliar.

Di tempat lain, bursa saham Asia hari ini bergerak variatif. Sedangkan bursa Eropa yang dibuka melemah turut memberi sentimen negatif ke pelaku pasar domestik.

Sejalan dengan pelemahan 7 sektor saham, sejumlah saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah Indo Kordsa (BRAM), Unilever Indonesai (UNVR), Matahari (LPPF), dan Gudang Garam (GGRM).

Analis Vibiznews melihat bila tekanan pada bursa berlanjut, kemungkinan oleh profit taking motive kembali, maka level 5.841 bisa merupakan support yang kuat untuk pergerakan berbalik, rebound. Bagaimanapun, penguatan Wall Street belakangan ini dapat menjadi pemicu kembali naiknya IHSG. Tentunya, sepanjang tidak ada kejutan negatif dari tensi geopolitik.

 

Analis: J. John

Editor: J. John

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here