Indonesia Terus Upayakan Kestabilan Iklim Investasi, Mengenal S&P Global Ratings

321

(Vibiznews – Economy & Business) – S & P Global Ratings telah membahas mengenai peningkatan peringkat kredit Indonesia, Menteri Koordinator Kelautan Luhut Pandjaitan mengatakan hari Jumat kemarin, lima bulan setelah Badan Peringkat mengangkat Indonesia dari status rendah likuditas.

Seperti telah diketahui badan pemeringkat dunia yang bernama S&P Global Ratings pada bulan Mei lalu telah mengeluarkan peringkat kredit Indonesia menjadi “BBB- “ masuk investment grade dalam arti layak investasi, naik dari posisi BB+ dan dikabarkan saat ini sedang menghubungi pemerintah Indonesia dalam rangkat rencana mereka untuk meningkatkan peringkat Indonesia menjadi BBB, tanpa tanda minus.

S & P mengangkat Indonesia ke investment grade di bulan Mei dengan outlook stabil, dengan alasan prospek pengumpulan pendapatan dan defisit fiskal yang lebih baik. Baik Moody’s Investors Service dan Fitch Ratings memiliki pandangan positif terhadap penilaian hutang negara Indonesia.

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan pemeringkatan yang lebih tinggi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat bahwa pemerintah mengadakan pertemuan rutin dengan perusahaan pemeringkat untuk memberi mereka pembaruan mengenai kebijakan ekonomi, seperti anggaran negara, keseimbangan eksternal dan masalah kelembagaan.

“Dalam hal upgrade, terserah mereka untuk menyampaikannya, tapi mereka cukup positif dan yakin dengan apa yang kami jelaskan,” demikian Sri Mulyani Indrawati.

Komentar tersebut disampaikan sehari setelah Bank Indonesia meramalkan ekonomi terbesar di Asia Tenggara tersebut dapat tumbuh lebih cepat dari perkiraan tahun ini, sambil mempertahankan perkiraan pertumbuhannya sebesar 5 persen menjadi 5,4 persen. Bank sentral mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah seperti yang diharapkan, berhenti setelah dua penurunan berturut-turut.

Siapakah S&P Global Ratings?
S&P Global Ratings adalah penyedia peringkat kredit terkemuka di dunia; analisis risiko kredit, penelitian dan wawasan yang mendukung pertumbuhan pasar utang yang sehat dan transparan di seluruh dunia.

Komite Kondisi Harga dari S & P Global Ratings bertemu setiap triwulan untuk meninjau kondisi makroekonomi di masing-masing dari empat wilayah (Asia-Pasifik, Amerika Latin, Amerika Utara, dan Eropa, Timur Tengah dan Afrika).

Komite Kondisi Kredit (CCCs) terdiri dari ekonom global dan regional yang bekerja sama dengan analis regional / sektoral untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor / tren makro utama, berdasarkan pendekatan bottom-up dan top-down, dan menyebarkan informasi ini ke analis peringkat di seluruh dunia yang menggabungkan elemen yang relevan ke dalam analisis kredit dan komentar mereka.

S&P Credit Rating telah mengeluarkan lebih dari 1 juta peringkat kredit yang beredar pada entitas dan sekuritas di berbagai sektor. Peringkat kredit yang dikeluarkan oleh badan ini adalah dalam bentuk pendapat tentang kapasitas dan kemauan debitur untuk memenuhi kewajiban keuangan mereka secara penuh dan tepat waktu.

Kondisi kredit di Asia Pasifik diperkirakan akan terus membaik pada kuartal keempat yang berakhir pada 31 Desember 2017. Kondisi makroekonomi yang stabil dan likuiditas yang melimpah, meski terjadi beberapa pengetatan di China, akan mengangkat tren kredit di wilayah ini.

Bank Indonesia mengumumkan hanya mengakui enam lembaga pemeringkat dan peringkat kredit jangka pendek dan jangka menengah-panjang yang dikeluarkan oleh keenam lembaga tersebut. Mengenai hal tersebut diatur bank sentral melalui Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/31/DPNP tanggal 22 Desember 2011, yang dipublikasikan hari ini, Rabu, 28 Desember 2011.

Enam lembaga tersebut adalah Fitch Ratings, Moody’s Investor Service, Standard and Poor’s Global Ratings, PT Fitch Ratings Indonesia, PT ICRA Indonesia, dan PT Pemeringkat Efek Indonesia. Masing-masing memiliki peringkat layak investasi (minimum investment grade): BBB-, Baa3, BBB-, BBB-(idn), [Idr]BBB-, dan idBBB-.

Selasti Panjaitan/VMN/VBN/Senior Analyst Stocks-Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here