IHSG 25 Oktober Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa; Tembus Level 6000

421

Pada penutupan perdagangan Rabu sore (25/10), Indeks Harga Saham Gabungan berakhir cetak rekor tertinggi sepanjang masa, naik 1,23 persen atau 73,36 poin, pada 6025,43. Sedangkan indeks LQ 45 berakhir naik 1,20 persen pada 995,94. Penguatan IHSG terdukung optimisme ekonomi Indonesia dengan kesepakatan pemerintah dan DPR untuk RUU APBN 2018 dan optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dengan disahkannya RUU RAPBN 2018 menjadi UU, maka asumsi makro untuk pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4%, tingkat inflasi sebesar 3,5%, nilai tukar rupiah dengan rata-rata Rp 13.400 per USD, suku bunga SPN 3 bulan ditetapkan sebesar 5,2%, demikian dirilis dari berita Kemenkeu.

Lihat : Menkeu Apresiasi Banggar DPR Untuk Kesepakatan RUU APBN 2018; Pertumbuhan Ekonomi di 5,4%

Sore ini IHSG berakhir dengan 214 saham menguat, 144 saham melemah dan 130 saham stagnan. Transaksi saham terjadi sebanyak 91,85 juta saham dengan nilai nominal Rp.8,69 triliun, dengan frekuensi sebanyak 351,407 kali.

Sore ini IHSG terdukung oleh semua 9 yang positif, dengan penguatan tertinggi sektor Industri Dasar yang melonjak 3,14 persen.

Sore ini terjadi aksi bargain hunting investor asing. Terpantau dana asing yang masuk pasar modal mencapai net Rp 130,39 miliar.

Malam nanti akan dirilis data Durable Goods Orders dan New Home Sales September yang diindikasikan lemah. Jika terealisir akan melemahkan bursa Wall Street.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya IHSG dapat bergerak positif dengan optimisme ekonomi Indonesia. Namun perlu diwaspadai potensi pelemahan bursa Wall Street dan aksi profit taking. Secara teknikal IHSG akan bergerak dalam kisaran Support 6015-6000, dan kisaran Resistance 6040-6055.

Asido Situmorang/VMN/VBN/Editor & Senior Analyst Vibiz Research Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here