Bursa Asia Mixed, IHSG Menguat Lalu Digerus Profit Taking Kembali

299
indeks hang seng

(Vibiznews – IDX) – Pasar saham di Asia mixed pada perdagangan hari Selasa siang WIB setelah Wall Street ditutup melemah karena berita rencana pemotongan pajak dapat diimplementasikan secara bertahap. Investor di kawasan Asia juga mencerna rilis data Purchasing Managers’ Index China dan keputusan suku bunga Bank of Japan (31/10).

Nikkei 225 Jepang terpantau turun tipis 0,18 persen. Saham keuangan mencatat kerugian lebih dari 1 persen: Mitsubishi UFJ turun 2,38 persen dan Nomura Holdings jatuh 2,58 persen. Saham teknologi terlihat bervariasi.

Bank of Japan pada hari Selasa pagi ini mempertahankan kebijakan moneternya tetap setelah pertemuan dua hari. Bank sentral mengatakan akan tetap mempertahankan suku bunga jangka pendek di -0,1 persen, demikian rilis dari CNBC (31/10).

Sementara itu, produksi industri China bulan September turun 1,1 persen dari bulan sebelumnya. Itu lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan pasar yang mematok penurunan rata-rata 1,5 persen, kata Reuters.

Di Selat Korea, Kospi naik 0,64 persen. Saham produsen mobil menguat dan beberapa retailer melihat kenaikan yang kuat, namun beberapa nama blue-chip teknologi turun: Hyundai Motor naik 3,21 persen, Lotte Shopping naik 3,1 persen dan LG Electronics turun 3,27 persen.

S&P/ASX 200 melemah 0,05 persen, dengan kenaikan pada sub indeks energi dan konsumen dikalahkan kerugian di sub-indeks keuangan.

Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,08 persen, dengan sector bank dan telco mengalami tekanan selama sesi berlangsung.

Sementara itu, di dalam negeri, analis Vibiznews melihat IHSG terpantau dibuka menguat cukup signifikan di level 6034, menembus lagi level 6000. Namun kemudian sepanjang sesi aksi profit taking kembali menghadang penguatan bursa, sampai turun lagi ke 5998. Pasar masih variatif dengan tekanan profit taking yang cukup berarti untuk melawan dorongan penguatan indeks. Support terdekat ada di level 5969, dan bila tembus di level 5949. Resistance-nya ada di rekor intraday sebelumnya pada level 6042.

 

Source: CNBC

Analis: J. John

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here