Harga Minyak Mentah Naik Terbatas; Peningkatan Ekspor Irak Menekan Harga

403

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah naik pada akhir perdagangan Selasa dinihari (31/10) terdukung ekspektasi pemotongan produksi OPEC akan berlanjut melampaui bulan Maret meskipun ekspor Irak meningkat membatasi kenaikan harga.

Harga minyak mentah berjangka A.S. West Texas Intermediate (WTI) berakhir naik 25 sen atau 0,5 persen, pada $ 54,15 per barel. WTI juga mencapai level tertinggi delapan bulan, menurut Dow Jones.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 0,7 persen menjadi diperdagangkan pada $ 60,84 per barel, mendekati level tertinggi sejak Juli 2015.

Kenaikan harga minyak mentah terbantu dengan adanya dukungan Arab Saudi dan Rusia untuk memperpanjang pemangkasan pasokan lebih lanjut.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak ditambah Rusia dan sembilan produsen lainnya sepakat untuk memotong 1,8 juta barel per hari (bpd) dari Januari 2016 untuk mengurangi pasokan minyak mentah.

Perjanjian tersebut sudah diperbaharui sekali, sehingga berjalan sampai Maret 2018, dan Arab Saudi dan Rusia, yang memimpin usaha tersebut, telah menyuarakan dukungan untuk perpanjangan lebih lanjut.

Sekjen OPEC Mohammad Barkindo mengatakan dukungan Rusia-Saudi untuk perpanjangan memangkas pasokan sebelum pertemuan kelompok tersebut di Wina pada 30 November.

Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman mengulangi dukungan kerajaan tersebut untuk memperpanjang kesepakatan pada akhir pekan.

JP Morgan menaikkan proyeksi 2018 Brent dan WTI masing-masing $ 11 dan $ 11,40 sampai $ 58 dan $ 54,63 per barel.

Bank tersebut mengatakan bahwa revisi tersebut mencerminkan pengurangan OPEC dan non-OPEC dan pertumbuhan permintaan yang lebih tinggi dari perkiraan yang mengetatkan pasar minyak.

Namun, para pedagang mengatakan kenaikan kapasitas ekspor sebesar 900.000 bpd dari pelabuhan selatan Irak menjadi 4,6 juta barel per hari telah mencegah Brent meningkat lebih lanjut.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi turun dengan kekuatiran peningkatan ekspor Irak. Harga diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Support $ 53,60 -$ 53,10, dan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 54,60-$ 55,10.

Asido Situmorang/VMN/VBN/Editor & Senior Analyst Vibiz Research Center

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here