Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) akan digelar di Surabaya

294

Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) akan kembali digelar di Surabaya pada 7-11 November 2017, dengan mengusung 3 (tiga) bidang yang menjadi fokus utama pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Ketiga bidang tersebut meliputi penguatan sektor ekonomi syariah, peningkatan efisiensi di pasar keuangan syariah, dan penguatan fungsi riset dan edukasi dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Penyelenggaraan ISEF kali ini merupakan momentum kolaborasi antara Bank Indonesia dengan Komite Nasional Keuangan Syariah/KNKS ( yang terdiri dari Bappenas, Kemenkeu, OJK, LPS, Kemenkop, Kemeneg BUMN, DSN MUI, Kemenko Perekonomian, Kemenag), Pemda Jawa Timur, serta lembaga terkait lainnya. Kolaborasi penyelenggaraan ISEF 2017 tersebut sesuai dengan tema yang diangkat, yaitu “Fostering Inclusive Economic Growth and Improving Resiliency through Closer Collaboration and Coordination“.

Kegiatan ISEF 2017 tersebut didahului oleh Festival Syariah (Fesyar) yang dilaksanakan di 3 (tiga) wilayah utama ekonomi syariah lainnya. Fesyar ke-I dilaksanakan di Makassar pada tanggal 25-27 Agustus 2017, dengan tema “Peran Islamic Social Finance Dalam Pemberdayaan Ekonomi”. Sedangkan  Fesyar ke-II dilaksanakan di Bandung pada tanggal 13-15 September 2017 dengan tema “Mewujudkan Jawa sebagai Poros Pemberdayaan Ekonomi Syariah Nasional”. Sementara Fesyar ke-III dilaksanakan di Medan tanggal 6–8 Oktober 2017, mengusung tema “Membangun Ekonomi Syariah Berlandaskan Konektivitas Regional” .

Salah satu misi ISEF adalah untuk mengintegrasikan pemikiran dan inisiatif nyata dalam ekonomi syariah, agar memberi dampak terhadap perekonomian nasional dan internasional. Dalam mewujudkan hal tersebut, rangkaian kegiatan ISEF terdiri atas forum syariah dan fair syariah. Forum terdiri dari forum ilmiah (yang mengintegrasikan pemikiran dan inisiatif nyata) dan forum komunikasi/promosi/edukasi yang merangkai berbagai program, kebijakan dan produk antar-lembaga dan entitas bisnis syariah. Sementara fair syariah menghadirkan beragam produk dan jasa yang ditawarkan oleh lembaga, dunia usaha (termasuk kewirausahaan dan UMKM) dan pesantren berbasis ekonomi dan keuangan syariah.

Sumber: Bank Indonesia

Analyst: Bella Donna

Editor: Belinda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here