Trump Pilih Jerome Powell Untuk Ketua Fed AS

562

(Vibiznews – Economy & Business) Presiden Donald Trump menominasikan Jerome Powell untuk memimpin Federal Reserve AS begitu masa jabatan Ketua Janet Yellen berakhir. Trump membuat pengumuman tersebut pada upacara Kamis sore di Rose Garden.

Langkah tersebut menyusul masa-masa spekulasi mengenai siapa yang akan ditunjuk untuk memimpin bank sentral, yang kebijakan agresifnya telah dianggap penting untuk iklim suku bunga rendah, melonjaknya penciptaan lapangan kerja dan kenaikan harga aset.

“Hari ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan kesempatan memulihkan ekonomi bagi masyarakat Amerika,” kata Trump seperti yang dilansir CNBC. Presiden mengatakan Fed membutuhkan kepemimpinan yang kuat, sehat dan stabil, dan Powell akan memberikan jenis kepemimpinan seperti itu.

Powell mengungguli kandidat-kandidat potensial lainnya seperti mantan Gubernur Kevin Warsh, ekonom Stanford John Taylor, penasihat ekonomi utama Trump Gary Cohn dan Yellen sendiri.

Bank sentral menaikkan suku bunga acuan empat kali di bawah Yellen dan telah mengambil langkah pertama dalam melepaskan neraca senilai $ 4,5 triliun yang dibangun selama upaya untuk memacu pertumbuhan melalui pembelian obligasi.

Trump mengapresisasi Yellen dengan mengatakan Yellen telah melakukan pekerjaan yang hebat. “Kami telah bekerja sama selama 10 bulan dan dia benar-benar orang yang spektakuler. Janet, terima kasih banyak, kami menghargainya.” demikian ungkap Trump, seperti yang dilansir CNBC.

Meskipun nominasi Powell dicermati secara luas selama berminggu-minggu, pasar bereaksi positif terhadap pengumuman tersebut, dengan industri Dow naik sekitar 60 poin dalam setengah jam setelah Trump berbicara.

Yellen dipandang sebagai pilihan yang tepat, seseorang yang kemungkinan akan melanjutkan program Fed Yellen namun memungkinkan Trump memberi kesempatan untuk menempatkan kebijakannya di Bank Sentral.

Dalam sambutannya, Powell menyatakan jika dikonfirmasi oleh Senat, akan melakukan segalanya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan kongres dengan harga stabil dan lapangan kerja maksimal.

The Fed berada di tengah normalisasi kebijakan moneter historis yang akomodatif yang telah mulai membantu menarik A.S. dari pergolakan krisis keuangan dan resesi hebat.

Namun langkah tersebut mendapat beberapa kritik, terutama dari orang-orang yang khawatir dengan latar belakang akademis Powell. Sebagian besar ketua Fed telah bergelar Ph.D.s dan memiliki latar belakang ekonomi lebih banyak daripada Powell, yang telah menghabiskan sebagian besar karirnya sebagai seorang pengacara, di perbankan investasi dan di Departemen Keuangan di bawah mantan Presiden George Bush.

Asido Situmorang/VMN/VBN/Editor & Senior Analyst Vibiz Research Center