Harga Minyak Akhir Pekan Melemah; Mingguan Melonjak 3 Persen

385

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah melemah pada akhir perdagangan Sabtu dinihari (11/09). Sentimen bearish menerpa dengan perkiraan meningkatnya produksi A.S. mengatasi ekspektasi OPEC dan produsen lainnya akan memperpanjang kesepakatan pemotongan produksi.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate di AS berakhir 43 sen lebih rendah, atau turun 0,7 persen pada $ 56,74 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 37 sen atau 0,6 persen menjadi $ 63,56 per barel,

Awal pekan ini, Brent naik menjadi $ 64,65 per barel, tertinggi sejak Juni 2015, dan WTI naik menjadi $ 57,92, tertinggi sejak Juli 2015.

Kedua kontrak berada di jalur untuk naik sekitar 3 persen minggu ini, yang akan menempatkan kenaikan keduanya pada minggu kelima berturut-turut.

Pedagang mengatakan kenaikan harga dalam beberapa pekan terakhir merupakan hasil usaha yang dipimpin oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia untuk memperketat pasar dengan mengurangi produksi, serta permintaan yang kuat dan meningkatnya ketegangan politik.

Ada juga harapan di pasar bahwa pertemuan OPEC berikutnya pada 30 November akan menyetujui untuk memperpanjang pemotongan melewati akhir masa berlaku pada bulan Maret 2018.

Sementara itu, produksi A.S. diperkirakan akan meningkat menjadi 9,2 juta barel per hari (bpd) pada 2017 dan rekor 10,0 juta bpd pada 2018 dari 8,9 juta barel per hari pada 2016, menurut proyeksi energi federal minggu ini. Produksi memuncak pada 9,6 juta bpd pada tahun 1970.

Bank A.S. Goldman Sachs juga memperingatkan adanya volatilitas harga yang lebih tinggi, dengan menyebutkan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, terutama antara anggota OPEC Arab Saudi dan Iran, bersamaan dengan melonjaknya produksi minyak A.S..

Baker Hughes mengatakan, pengebor A.S. menambahkan 9 kilang, sehingga totalnya mencapai 738.

Faktor lain yang mendukung harga adalah permintaan yang kuat di Asia Tenggara, di mana jumlah kapal tanker yang memegang minyak di tempat penyimpanan di sekitar Singapura dan Malaysia telah berkurang dua tingkat sejak Juni.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi naik jika pelemahan dolar AS berlanjut. Juga ekspektasi perpanjangan kesepakatan pengurangan produksi masih menjadi sentimen bullish. Harga diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 57,20 -$ 57,70, dan jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 56,20-$ 55,70.

Asido Situmorang/VMN/VBN/Editor & Senior Analyst Vibiz Research Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here