IHSG Ditutup Stagnan, Aksi Investor Asing Jual vs Lokal Beli

82

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari Senin awal pekan ini ditutup stagnan sedikit melemah 0,01% ke level 6.021,46. Aksi jual investor asing untuk ambil untung vs aksi beli investor lokal telah membuat indeks bursa naik turun dan berakhir stagnan saja (13/11).

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hari ini lanjut melemah. Rupiah terhadap dollar AS sore hari WIB terlihat berada di posisi Rp 13.550, melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan Jumat sebelumnya di Rp 13.524.

Mengawali perdagangannya, IHSG turun tipis 1,078 poin ke level 6.020,750 oleh tekanan jual investor asing. Pemodal domestik kemudian berhasil mengangkat IHSG naik. Sampai ke sesi dua, IHSG masih menguat namun kemudian jatuh ke zona merah jelang penutupan. IHSG ditutup berkurang tipis 0,372 poin (0,01%) ke 6.021,456. Indeks LQ45 berkurang 0,191 poin (0,02%) ke 1.000,95.

Posisi tertinggi IHSG hari ini tercatat di 6.045,486 dan terendah di 6.016,987. Laju perdagangan saham sore ini terpantau ramai dengan frekuensi perdagangan mencapai 337.875 kali transaksi sebanyak 14,9 miliar lembar saham senilai Rp 7,6 triliun.

Enam indeks sektoral di lantai bursa Jatuh ke zona merah. Indeks sektor infrastruktur jatuh paling dalam sebesar 0,62%. Sebanyak 141 saham menguat, 168 saham melemah dan 146 saham stagnan.

Bursa-bursa Asia rata-rata bergerak negatif sore ini, kecuali pasar saham Hong Kong yang bertahan menguat.

Saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers, di antaranya adalah: Gudang Garam (GGRM), Asuransi Bina Dana (ABDA), Matahari (LPPF), dan Roda Vivatex (RDTX).

Sementara saham-saham yang masuk kategori top losers, antara lain: Indocement (INTP), Indo Tambangraya (ITMG), Tower Bersama (TBIG), dan Bank Central Asia (BBCA).

Analis Vibiznews melihat pergerakan bursa ini masih dalam tekanan aksi profit taking yang selalu membayangi, dan ini memasuki hari keempatnya berturut-turut. Sentimen bursa kawasan dan global yang dilanda koreksi pasar nampaknya memengaruhi arah IHSG, dan kemungkinan masih akan demikian di pasar minggu depannya. Antara peluang penguatan menuju rekor atau koreksi, nampaknya terus berlanjut pada minggu ini. Resistance saat ini berada di level 6.071 dan 6.082. Sedangkan bila terhadang profit taking di level atas ini, support ada di level 5989, dan bila tembus di level 5949.

 

Analis: J. John
Editor: J. John

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here