Pelemahan Pasar Eropa Akan Tekan Pembukaan Wall Street

105

(Vibiznews – Index) – Saham Eropa mundur dan ekuitas AS diperkirakan akan dibuka melemah pada pembukaannya malam ini karena risk-off tone menguasai pasar global. Treasuries, dolar dan obligasi pemerintah Eropa semua naik, sementara pound melemah saat Perdana Menteri Inggris Theresa May menemukan dirinya berada di bawah tekanan baru.

Sepertinya menjadi minggu yang sibuk bagi investor. Angka inflasi dan pertumbuhan A.S. ada di dalam prediksi, dan angka ini bisa menjadi kunci penentuan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga bulan depan. Pembicaraan mengenai undang-undang pajak Amerika mungkin juga menjadi pembicaraan para investor. Pesimisme atas kemungkinan keberhasilan reformasi membantu menyeret ekuitas global turun dari rekor tertinggi bulan ini akhir pekan lalu.

Sementara itu, ancaman terhadap kepemimpinan May datang pada saat yang sensitif bagi pemimpin Inggris. Partai Buruh oposisi menuduhnya kurang mendapat dukungan dalam Partai Konservatifnya untuk memberikan masa transisi Brexit yang dia usulkan. Dalam seminggu ini hal-hal yang menggerakkan pasar antara lain adalah pidato anggota Bank of England dan data inflasi Inggris yang terbaru, pasar tenaga kerja dan penjualan eceran.

Harga emas dan sebagian besar logam industri naik, dan harga minyak West Texas berfluktuasi.

Presiden Donald Trump melanjutkan perjalanan terakhirnya berkeliling Asia.
Data minggu ini termasuk laporan PDB untuk Jepang, Jerman, Italia dan kawasan euro, IHK di A.S., Inggris dan Spanyol, penjualan eceran dan output industri di China, bersamaan dengan data pekerjaan dan upah di Aussie.
Ini juga merupakan minggu yang sibuk bagi para pembicara bank sentral, dengan Mario Draghi, Janet Yellen, Mark Carney dan Haruhiko Kuroda tampil pada konferensi ECB mengenai komunikasi kebijakan moneter. Pejabat BOE menangani masa depan bank pada hari Kamis, sementara Draghi berbicara untuk kedua kalinya pada hari Jumat mendatang. Serangkaian penampilan para peminpin Fed lebih jauh dapat menerangkan komitmen FOMC terhadap kenaikan tingkat suku bunga pada bulan Desember mendatang.
OPEC menerbitkan laporan bulanan mengenai posisi persediaan minyak mentah di pasar pada hari Senin, disusul IEA pada hari Selasa.

Saham

Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,8 persen pada pukul 7:19 am waktu New York, mencapai level terendah dalam hampir tujuh minggu dengan penurunan kelima berturut-turut.
Indeks MSCI All-Country World turun 0,3 persen ke level terendah dalam dua minggu.
Indeks FTSE 100 dari Inggris turun 0,1 persen ke level terendah dalam lebih dari enam minggu.
Indeks DAX Jerman turun 0,8 persen ke level terendah dalam hampir tiga minggu.
MSCI Emerging Market Index turun 0,4 persen ke level terendah dalam hampir dua minggu.
Kontrak pada indeks S & P 500 turun 0,2 persen ke level terendah dalam hampir dua minggu.

Mata uang

Pound Inggris turun 0,8 persen menjadi $ 1,3088, yang terlemah dalam lebih dari satu minggu pada penurunan terbesar dalam lebih dari seminggu. Euro turun 0,1 persen menjadi $ 1,1657.

Komoditi

Emas menguat 0,3 persen menjadi $ 1,278.92 per ounce.
Minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,2 persen menjadi $ 56,83 per barel.

Pasar Asia

Topix Jepang turun 0,9 poin pada penutupan. Nikkei 225 turun 1,3 persen, terbesar sejak Mei.
Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,5 persen.
Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,2 persen. Country Garden Holdings Co melonjak sebanyak 11 persen dan Sunny Optical Technology Group Co naik sebanyak 5 persen setelah dimasukkan dalam indeks.
MSCI Asia Pacific Index turun 0,6 persen.
Yen Jepang naik 0,2 persen menjadi 113,33 per dolar, terkuat dalam dua minggu.

Selasti Panjaitan/VMN/VBN/Senior Analyst Stocks-Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here