Bursa Eropa Tertekan Buruknya Data Ekonomi Tiongkok

185

(Vibiznews – Index) Bursa Saham Eropa bergerak mixed pada perdagangan Selasa (14/11) terpengaruh buruknya data ekonomi Tiongkok, ditambah dengan investor mencerna pendapatan perusahaan dan data ekonomi terbaru.

Indeks FTSE bergerak pada 7423.76, naik 8,58 poin atau 0,12%

Indeks DAX bergerak pada 13043.76, turun -30,66 poin atau -0,23%

Indeks CAC bergerak pada 5316.36, turun -25.27 poin atau -0.47%

Indeks Pan-European Stoxx 600 bergerak 0,48 persen lebih rendah dengan sebagian besar sektor bergerak ke wilayah negatif.

Sumber daya dasar adalah sektor berkinerja terburuk di Eropa setelah data mengecewakan di Tiongkok dan penurunan harga logam menurunkan sebagian besar saham. Produksi industri, penjualan ritel dan angka investasi aset tetap di ekonomi terbesar kedua di dunia di bawah ekspektasi. Beberapa penambang yang terdaftar di London jatuh ke dasar indeks, termasuk Glencore, Rio Tinto dan Anglo American.

Meskipun demikian, fokus utama di Eropa tetap pada pendapatan.

Sektor telekomunikasi merupakan salah satu kenaikan terbesar dengan raksasa telekomunikasi Inggris Vodafone menaikkan pertumbuhan pendapatan setahun penuh menjadi sekitar 10 persen dari 4-8 persen. Angka tersebut membuat saham di atas 4,5 persen lebih tinggi.

Penyedia layanan telekomunikasi Jerman Drillisch naik 2,6 persen setelah mengumumkan hasil sembilan bulannya.

Saham teknologi juga menguat setelah Simcorp melaporkan hasil kuartal ketiga di atas ekspektasi. Saham tersebut naik lebih dari 8,5 persen pada berita tersebut.

Tesco naik 6,3 persen setelah regulator menyetujui pengambilalihan Booker. Henkel, perusahaan kimia dan barang konsumsi Jerman, memperingatkan terhadap kondisi sulit di pasar barang konsumsi selama hasil kuartal ketiga mereka. Saham turun 5 persen.

Perusahaan Utilitas RWE mengumumkan kenaikan 9,3 persen dalam pendapatan inti sembilan bulan pada hari Selasa. Harga saham turun 4 persen.

Dalam berita perusahaan lainnya, Credit Suisse setuju untuk membayar $ 135 juta kepada regulator New York karena melakukan kesalahan dalam bisnis valuta asingnya.

Dari sisi data, angka produk domestik bruto di Jerman menunjukkan ekspansi yang didorong oleh ekspor dan investasi. PDB naik 0,8 persen pada kuartal ketiga dari 0,6 persen pada kuartal sebelumnya.

Di Inggris, angka inflasi baru turun lebih rendah dari perkiraan dengan harga konsumen naik 0,1 persen bulan ke bulan dan masing-masing 3 persen year-on-year dibandingkan 0,2 dan 3,1 persen. Sterling turun merespon data namun pulih segera setelah itu.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Eropa akan bergerak negatif dengan melemahnya bursa Asia yang ditekan data ekonomi Tiongkok yang mengecewakan.

Asido Situmorang/VMN/VBN/Editor & Senior Analyst Vibiz Research Center

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here