Jerman Kembali Menjadi Mesin Ekspansi Kawasan Euro

147

(Vibiznews – Economy & Business) – Perekonomian Jerman menguat pada kuartal ketiga, yang mendukung pemulihan di kawasan euro. Produk domestik bruto naik 0,8 persen pada periode Juli-September setelah meningkat 0,6 persen dalam tiga bulan sebelumnya, Kantor Statistik Federal di Wiesbaden mengumumkan pada hari Selasa ini. Pertumbuhan dengan laju tercepat dalam tiga kuartal, dan jauh di atas estimasi para ekonom yaitu di 0,6 persen. Hasil produksi juga meningkat 2,8 persen dari tahun sebelumnya ketika disesuaikan untuk hari kerja.

Laporan tersebut mengkonfirmasikan prediksi Bundesbank bahwa ekonomi Jerman membawa momentum pertumbuhan kuat ke semester kedua, menempatkannya pada jalur untuk kinerja terbaiknya sejak 2011 dan berpotensi menguat terhadap kapasitas maksimumnya. Sebagai Negara dengan ekonomi terbesar di kawasan euro, ekspansi tersebut memperkuat penguatan di wilayah mata uang euro dan mendukung prospek global.

Pertumbuhan pada kuartal ketiga didorong oleh ekspor dan investasi modal, kantor statistik mengatakan. Perdagangan bersih memberikan kontribusi positif terhadap PDB, dan pengeluaran untuk peralatan sangat kuat.

Sementara Jerman telah lama menjadi mesin ekspansi untuk kawasan euro berkat permintaan domestik yang kuat dan ekspor yang terus berlanjut, seluruh wilayah ini akhirnya mengejar. Perbedaan tingkat pertumbuhan antara negara-negara anggota telah menyusut ke yang terkecil dalam sejarah kawasan ini dan Komisi Eropa mengatakan pekan lalu bahwa wilayah 19-negara tersebut akan tumbuh tahun ini dengan laju tercepat dalam satu dekade.

PDB di wilayah euro juga diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,6 persen pada kuartal ketiga. Ekonom memprediksi Eurostat akan mengkonfirmasi angka tersebut pada pukul 11 waktu waktu Luksemburg, menyusul laporan dari Slowakia, Belanda, Italia dan Portugal.

Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pada hari Senin bahwa memperkuat pertumbuhan di wilayah Eropa – yang mencakup wilayah euro serta negara-negara berkembang di bagian tengah dan timur benua – akan berpengaruh ke seluruh dunia. Prospek yang lebih cerah menyumbang sebagian besar terhadap revisi terhadap perkiraan pertumbuhan ekonomi global untuk bulan Oktober.

Bank Sentral Eropa mengambil kredit karena meletakkan kembali perekonomiannya setelah krisis utang menghasilkan angka pengangguran dan deflasi yang tajam, dan mengancam kelangsungan hidup serikat mata uang. Wakil Presiden Vitor Constancio mengatakan pada hari Senin bahwa pembuat kebijakan telah “sangat sukses” dalam mendorong pemulihan dengan memotong suku bunga di bawah nol dan membeli aset lebih dari 2 triliun euro ($ 2,3 miliar), sebagian besar dalam bentuk obligasi pemerintah.

Rekannya dari Dewan Eksekutif Benoit Coeure berpendapat bahwa kemajuan di wilayah ini mungkin menjadi yang terkuat dalam hampir dua dekade dalam hal “ketahanan dan keseimbangan,” menciptakan ruang lingkup untuk reformasi struktural yang akan terjadi saat pembuat kebijakan mengurangi stimulus moneter.

Tindakan untuk melakukan pengurangan stimulus moneter sedang diuji di Jerman, di mana Kanselir Angela Merkel memasuki pertarungan terakhir dalam perundingan awal untuk membentuk pemerintahan baru, dengan faksi dalam negosiasi multi-partai yang kompleks dan masih belum menemukan kesepakatan.

Setiap keputusan yang diambil oleh mitra koalisi masa depan mengenai apakah akan memotong pajak atau menyalurkan lebih banyak uang ke pendidikan dan infrastruktur digital akan berdampak pada prospek pertumbuhan Jerman. Tingkat ekspansi ekonomi selama dua tahun ke depan tampaknya akan melampaui laju yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Selasti Panjaitan/VMN/VBN/Senior Analyst Stocks-Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here